Trenggaleknjenggelek - Bagi Rina, 40 tahun, IF awalnya terdengar mustahil. “Saya harus masak untuk keluarga, gimana tahan lapar?” katanya.
Namun, sejak mencoba pola 14:10—puasa 14 jam, makan 10 jam—ia merasa energinya meningkat.
Di media sosial, banyak ibu rumah tangga berbagi resep menu IF, seperti sup ayam jahe, tumis brokoli dengan tahu, atau smoothie buah tanpa gula.
Psikolog kesehatan, Irma Wulandari, menyebut IF bisa membantu ibu rumah tangga mengatur pola makan dan mencegah ngemil berlebihan.
“Tapi perlu fleksibilitas, apalagi kalau punya anak kecil,” ujarnya.
Rina biasanya mulai makan pukul 10 pagi dan berhenti pukul 8 malam. “Kalau masak untuk keluarga, saya atur supaya menu mereka bisa saya makan juga,” katanya.
Selain kesehatan fisik, IF juga memberi efek psikologis. “Lebih percaya diri dan merasa lebih terkontrol,” ujar Rina.
Meski begitu, para ahli mengingatkan agar ibu rumah tangga tetap memperhatikan asupan gizi.
Menu harian disarankan berisi karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, dan sayur segar. “Keseimbangan nutrisi tetap nomor satu,” kata Irma. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani