Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta-fakta Gas Air Mata, Senjata Pengendali Massa yang Berisiko Bagi Kesehatan

Betty Khasandra Pujayanti • Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:30 WIB

 

Asap gas air mata mengepul saat aparat membubarkan aksi di jalan, menciptakan kericuhan di tengah kerumunan massa.
Asap gas air mata mengepul saat aparat membubarkan aksi di jalan, menciptakan kericuhan di tengah kerumunan massa.

TRENGGALEKNJENGGELEK - Gas air mata kerap digunakan aparat untuk membubarkan massa aksi di Indonesia, tetapi efeknya pada kesehatan sering kali terabaikan publik.

Penggunaan gas air mata pada situasi kericuhan dianggap efektif secara taktis, tetapi paparan zat kimia di dalamnya bisa berisiko buruk bagi kesehatan.

Gas air mata sejatinya bukan gas, melainkan partikel padat atau cair yang disebarkan melalui semprotan atau bubuk.

Dilansir dari Medical News Today, zat dalam gas air mata bekerja dengan bereaksi terhadap kelembapan di tubuh.

Gas ini bisa menyebabkan rasa nyeri, perih, hingga iritasi di area mata, mulut, dan paru-paru.

Beberapa bahan kimia umum yang digunakan antara lain chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), dan dibenzoxazepine (CR) dalam campuran tertentu.

Awalnya, gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia militer, tetapi penggunaannya kini dilarang dalam peperangan.

Kini hanya aparat kepolisin yang boleh menggunakan untuk pengendalian unjuk rasa massa.

Gas air mata sebaiknya ditembakkan dari jarak aman, digunakan di ruang terbuka, dan memakai kekuatan zat serendah mungkin.

Efek jangka pendek meliputi mata berair, penglihatan buram, rasa terbakar di mulut, hidung, tenggorokan, dan kesulitan bernapas disertai batuk dan mual.

Reaksi fisik lain yang sering muncul adalah rasa tercekik, kulit kemerahan, gatal, bahkan sensasi panas yang cukup menyiksa pada area terpapar.

Dampak biasanya hilang dalam 15–20 menit setelah seseorang meninggalkan area paparan, meski bagi sebagian orang gejalanya bisa bertahan lebih lama.

Selain efek zatnya, peluru atau tabung gas air mata juga bisa melukai, menimbulkan memar, luka bakar, hingga cedera serius pada kepala dan mata.

Penggunaan di ruang tertutup atau dengan konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan, termasuk gagal napas, luka bakar kimia, dan kebutaan.

Tercatat ada ribuan orang terdampak tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, oleh aparat kepolisian pada 2022.

Tragedi tersebut mengakibatkan 131 orang tewas dan puluhan korban mengalami disabilitas permanen seperti masalah pernapasan kronis, kebutaan, dan cedera otak.

Bagi penderita asma atau penyakit paru, paparan gas air mata dapat memperparah kondisi hingga mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Tindakan pertama yang dianjurkan adalah segera menjauh dari lokasi, mencari udara segar, dan menghindari sisa partikel kimia.

Korban juga disarankan melepas pakaian terkontaminasi tanpa menariknya lewat kepala, lalu mencuci tubuh dengan sabun ringan dan air mengalir.

Bagi mata yang teriritasi, pembilasan dengan air bersih selama 10–15 menit perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa metode rumahan seperti cuka apel atau irisan bawang efektif meredakan efek gas air mata.

Apabila gejala seperti sesak napas atau luka bakar parah muncul, korban harus segera mendapatkan pertolongan medis profesional.

Penggunaan gas air mata di lapangan memang memberi ruang bagi aparat mengendalikan kerumunan, tetapi risiko kesehatannya patut menjadi perhatian serius.

Masyarakat diimbau memahami bahaya gas air mata agar lebih waspada dan dapat mengambil langkah perlindungan saat berada di lokasi rawan.

Untuk meminimalkan dampak gas air mata, masyarakat disarankan menyiapkan kacamata pelindung, masker kain basah, atau kain bersih yang dibasahi air.

Larutan air bercampur soda kue dapat membantu meredakan iritasi pada mata.

Massa juga bisa membawa susu dingin yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa perih, meski efektivitasnya belum sepenuhnya terbukti secara medis.

Monitoring kegiatan di SMPN 1 Ngantru.
Monitoring kegiatan di SMPN 1 Ngantru.
Nautica Voyage
Nautica Voyage
Milestone 1972
Milestone 1972
Savent & Co Traumeray X IndoFrex
Savent & Co Traumeray X IndoFrex
Lattafa Mahir Legacy
Lattafa Mahir Legacy
Armaf Odyssey Limone
Armaf Odyssey Limone
Velixir Orion
Velixir Orion
Lattafa Teriac Intense
Lattafa Teriac Intense
Reyane Insurrection to Wild
Reyane Insurrection to Wild
Maison Alhambra Fabulous Intense
Maison Alhambra Fabulous Intense
Velixir Ikarus
Velixir Ikarus
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#kesehatan #kanjuruhan #gas air mata #bahaya gas air mata