TRENGGALEKNJENGGELEK - Wanita harus tahu cara deteksi kanker payudara sejak dini agar peluang kesembuhan lebih besar.
Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam cara deteksi kanker payudara.
Dengan melakukan cara deteksi kanker payudara secara tepat, gejala dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi serius.
Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka, Mpok Alpa Tutup Usia Usai Berjuang Lawan Kanker
Berikut lima langkah yang bisa membantu Anda mengenali kanker payudara sejak dini.
1. Periksa Payudara Sendiri Secara Berkala
Langkah sederhana yang bisa dilakukan pertama yaitu dengan memeriksa payudara dengan tangan sendiri. Metode ini disebut juga dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
SADARI idealnya dilakukan setiap bulan setelah menstruasi selesai.
Caranya mudah, sentuh dan rasakan permukaan payudara untuk mendeteksi adanya benjolan, penebalan kulit, atau perubahan bentuk.
Baca Juga: Hepatitis Bisa Menyebabkan Kanker Hati, Waspadai Sejak Sekarang
Perhatikan juga adanya perubahan warna atau keluarnya cairan dari puting yang tidak normal.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara rutin agar Anda lebih mengenali kondisi normal payudara sendiri.
2. Cek Kondisi Payudara dengan Bantuan Dokter
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Metode ini disebut juga dengan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).
Baca Juga: Cara Efektif Mencegah Timbulnya Kanker di Tubuh Kita
SADANIS dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih, biasanya menggunakan palpasi manual dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
Pemeriksaan ini disarankan setahun sekali untuk wanita berusia di atas 35 tahun, atau lebih sering jika ada riwayat keluarga penderita kanker payudara.
Selain palpasi, tenaga medis juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan indikasi tertentu.
3. Lakukan Skrining Mamografi Secara Teratur
Mamografi adalah pemeriksaan radiologi yang mampu mendeteksi kelainan pada jaringan payudara bahkan sebelum gejala muncul.
Tes ini biasanya dianjurkan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas, atau lebih muda jika berisiko tinggi.
Hasil mamografi bisa membantu dokter menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan selanjutnya.
4. Gunakan USG untuk Pemeriksaan Tambahan
USG payudara menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jaringan payudara.
Metode ini sering digunakan untuk wanita yang memiliki jaringan payudara padat.
USG juga bisa membantu memastikan apakah benjolan yang teraba bersifat padat atau berisi cairan.
5. Waspadai Tanda Awal yang Tidak Biasa
Mendeteksi kanker payudara tidak hanya lewat pemeriksaan rutin, tetapi juga dengan mewaspadai gejala seperti benjolan, kulit mengerut, perubahan ukuran, atau nyeri berkepanjangan.
Gejala lain yang patut diperhatikan adalah keluar cairan darah dari puting atau perubahan posisi puting yang tiba-tiba.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke tenaga medis.
Deteksi dini saja tidak cukup, Anda juga perlu melengkapinya dengan gaya hidup sehat agar risiko kanker payudara semakin kecil. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba.
6. Langkah Hidup Sehat untuk Menurunkan Risiko Kanker Payudara
Jika Anda ingin menurunkan risiko kanker payudara, coba mulai dari hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan setiap hari.
Pertama, atur pola makan dengan memperbanyak buah, sayur, dan sumber protein sehat seperti ikan, telur, atau kacang-kacangan.
Selain itu, pilih menu yang berwarna-warni di piring, karena biasanya semakin berwarna, semakin banyak kandungan gizinya.
Kedua, batasi minuman beralkohol dan jauhi rokok.
Dua kebiasaan ini terbukti bisa meningkatkan risiko kanker, jadi kalau bisa, stop atau minimal dikurangi secara bertahap.
Ketiga, sisihkan 30 menit sehari untuk bergerak.
Tidak harus selalu olahraga berat, jalan kaki cepat atau bersepeda keliling komplek juga sudah cukup untuk menjaga berat badan ideal.
Terakhir, kalau Anda seorang ibu, pertimbangkan untuk menyusui bayi.
Selain baik untuk kesehatan si kecil, menyusui juga bisa membantu mengurangi risiko kanker payudara pada ibu.
Kesadaran, deteksi dini, dan pencegahan adalah kunci untuk meminimalkan risiko kanker payudara.
Jangan tunggu gejala memburuk, mulai biasakan pemeriksaan dan pola hidup sehat sejak sekarang.
Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan.