Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Makanan Instan Kian Digemari, Pakar Ingatkan Dampak Buruk bagi Kesehatan

Zaki Jazai • Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:49 WIB

Mie instan jika dikonsumsi secara berlebih bisa membahayakan buat kesehatan tubuh
Mie instan jika dikonsumsi secara berlebih bisa membahayakan buat kesehatan tubuh

Trenggaleknjenggelek – Popularitas makanan instan terus meningkat di tengah gaya hidup serba cepat. Mulai dari mi instan, makanan beku, hingga produk kaleng, kini menjadi pilihan utama masyarakat, terutama kalangan mahasiswa dan pekerja sibuk.

Praktis, murah, dan mudah disajikan membuat makanan instan semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik kepraktisannya, ahli gizi mengingatkan adanya risiko kesehatan serius bila makanan instan dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan yang umum terdapat pada produk ini antara lain pengawet, natrium atau garam tinggi, lemak jenuh dan trans, pemanis serta pewarna buatan, dengan kandungan gizi yang relatif rendah.

Baca Juga: Benarkah Mie Instan Berbahaya Buat Kesehatan? Ini Kata Dr. Tirta

“Zat-zat tersebut bila dikonsumsi terus-menerus bisa memperberat kerja organ tubuh dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Kita harus berhati-hati dan mengatur pola makan seimbang,” ujar seorang tenaga kesehatan di Trenggalek, Kartika.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Beberapa dampak yang dapat timbul akibat kebiasaan mengonsumsi makanan instan antara lain:

Baca Juga: 3 Kebiasaan Salah Kaprah Menurut Dr. Tirta yang Bisa Bahayakan Nyawa

Mengapa Tetap Digemari?

Di balik risiko tersebut, makanan instan tetap populer pada 2025 karena dianggap sesuai dengan pola hidup serba cepat. Harganya murah, tersedia di mana saja, serta menawarkan beragam rasa yang menggugah selera. Faktor inilah yang membuat masyarakat sulit lepas dari ketergantungan.

Baca Juga: Wanita Harus Tahu! Ini Dia 5 Cara Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini dan Tips Pencegahannya

Mengurangi Risiko

Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat tidak sepenuhnya meninggalkan makanan instan, tetapi mengatur konsumsi secara bijak. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain membawa bekal makanan segar, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, memilih produk rendah sodium, serta menggunakan bumbu alami.

“Pola makan seimbang itu kunci. Kalau 80 persen asupan harian berasal dari makanan sehat, sesekali mengonsumsi makanan instan tidak menjadi masalah besar,” imbuhnya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam memilih makanan, agar kenyamanan jangka pendek tidak berujung pada masalah kesehatan jangka panjang.(jaz)

Editor : Zaki Jazai
#makanan instan #resiko kesehatan #ahli gizi