Trenggaleknjenggelek -Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan pola tidur dapat berdampak serius pada kesehatan jantung.
Tidak hanya menurunkan kualitas hidup, kurang tidur atau tidur yang tidak teratur ternyata berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa tidur yang cukup—antara 7 hingga 9 jam per malam bagi orang dewasa—berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk sistem kardiovaskular.
Ketika pola tidur terganggu, tekanan darah cenderung meningkat, detak jantung menjadi tidak stabil, dan tubuh lebih rentan terhadap peradangan. Kondisi ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat mempercepat munculnya penyakit jantung, stroke, hingga gagal jantung.
Menurut laporan yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional, individu yang mengalami insomnia, sering terbangun di malam hari, atau memiliki waktu tidur yang tidak konsisten, memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi serta gangguan metabolisme.
Selain itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan meningkatnya kadar hormon stres kortisol yang berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah.
Dokter menyarankan masyarakat untuk mulai memperbaiki pola tidur dengan menjaga jadwal tidur teratur, mengurangi konsumsi kafein pada malam hari, serta menghindari penggunaan gawai sebelum tidur.
Aktivitas relaksasi seperti meditasi atau membaca buku juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Dengan menjaga kebiasaan tidur yang sehat, risiko penyakit jantung dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung