Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Raya Bocah Asal Sukabumi Viral di Medsos, Meninggal Dunia Usai Tubuhnya Dipenuhi Cacing

Betty Khasandra Pujayanti • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 00:30 WIB
Balita Raya asal Sukabumi meninggal setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat.
Balita Raya asal Sukabumi meninggal setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat.

TRENGGALEKNJENGGELEK - Kisah tragis seorang balita bernama Raya (3) asal Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral setelah kisahnya diunggah akun Rumah Teduh Sahabat Iin di Instagram.

Raya diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan karena kedua orang tuanya mengalami keterbatasan sehingga pola pengasuhan sejak kecil tidak berjalan optimal.

Ironisnya, Raya meninggal dunia di RSUD R. Syamsudin, Kota Sukabumi, pada 22 Juli 2025, setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang yang sudah menyebar ke organ vital.

Unggahan akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin memperlihatkan kondisi menyedihkan Raya, yang akhirnya mengundang simpati warganet sekaligus kritik atas buruknya kondisi pelayanan pemerintah untuk kesehatan masyarakat.

Tubuh Raya dipenuhi cacing gelang, bahkan beberapa keluar melalui hidung, mulut, dan anus. Sementara dokter menyebut infeksi juga menyerang paru-paru serta otak.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sekarwangi Cibadak, Wardi, menjelaskan bahwa keterbatasan keluarga membuat kondisi Raya semakin terabaikan hingga terlambat mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Menurut Wardi, kedua orang tua Raya mengalami keterbelakangan mental, sehingga pengasuhan anak tidak optimal dan keluarga tidak mengetahui kondisi medis yang dialami balita itu.

Ia menyebut, sebelum kondisinya memburuk, Raya kerap bermain di bawah kolong rumah yang kotor, bercampur ayam dan kotoran hewan tanpa pengawasan orang dewasa.

Keluarga juga terkendala administrasi karena tidak memiliki Kartu Keluarga maupun BPJS, sehingga membuat akses pengobatan Raya semakin terbatas dan sering tertunda.

Wardi menambahkan, penyakit Raya semakin parah setelah keluarga akhirnya melapor kepada Rumah Teduh, lalu balita tersebut dijemput menggunakan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.

Namun, catatan medis menunjukkan Raya sudah menderita askariasis, yaitu infeksi usus kecil akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides), dengan kondisi sangat mengkhawatirkan.

Telur cacing gelang biasanya tertelan melalui makanan, minuman, atau tangan kotor, kemudian berkembang di usus, lalu menyebar ke organ vital termasuk otak.

Saat dirawat di ICU, kondisi Raya sudah sangat parah, dengan jumlah cacing yang tidak terhitung dan keluar melalui buang air besar maupun hidung.

Tim medis kewalahan menyelamatkan nyawa Raya karena infeksi sudah menjalar ke paru-paru dan otak sehingga menyebabkan gagal organ serta komplikasi serius.

Kasus meninggalnya Raya menjadi pengingat serius bahwa cacingan masih menjadi momok kesehatan anak di Indonesia akibat lingkungan yang tidak sehat.

Di tengah era modern, tragedi Raya menunjukkan masih banyak anak-anak di daerah dengan sanitasi buruk yang rentan terkena penyakit mematikan akibat kurang perhatian medis sejak dini.

Kasus ini masih ramai diperbincangkan di media sosial, memicu keprihatinan publik sekaligus perdebatan mengenai lemahnya pelayanan kesehatan untuk keluarga kurang mampu di Indonesia.

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#cacing gelang #Sukabumi Jawa Barat #Raya