TRENGGALEKNJENGGELEK - Belakangan ini, masyarakat dibuat gempar oleh kabar tentang seorang balita yang meninggal dunia akibat infeksi cacing.
Diketahui bahwa kondisi ini diduga merupakan ascariasis, sebuah infeksi cacing yang bisa sebabkan kematian.
Ascariasis sendiri termasuk salah satu infeksi parasit yang paling umum di dunia dan menjadi perhatian kesehatan global.
Baca Juga: Waspada Cacing Hati, Kenali Gejala Fascioliasis pada Calon Hewan Kurban Saat Masih Hidup
1. Apa itu Ascariasis
Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang berjenis Ascaris lumbricoides.
Cacing ini hidup di dalam usus manusia dan dapat tumbuh hingga mencapai panjang 30 cm.
Infeksi ascariasis umumnya terjadi ketika telur cacing tertelan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran manusia.
Baca Juga: Waspadai Cacing Hati pada Hewan Kurban, Dinas Peternakan Trenggalek Ingatkan Ancaman Serius
Setelah telur menetas, larva cacing bisa bermigrasi melalui aliran darah ke paru-paru, lalu kembali ke usus untuk tumbuh menjadi cacing dewasa.
Siklus hidup yang kompleks inilah yang membuat ascariasis berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani.
2. Penyebab Ascariasis
Penyebab utama ascariasis adalah konsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur cacing.
Telur cacing biasanya ditemukan pada tanah yang terkontaminasi kotoran manusia atau lingkungan yang kurang bersih.
Faktor risiko lain termasuk kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, kurangnya sanitasi lingkungan, dan paparan langsung pada tanah yang tercemar juga berpengaruh.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi parasit ini karena sering bermain di luar rumah dan mudah memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci.
Kondisi gizi yang buruk dan sistem imun yang lemah juga meningkatkan kemungkinan infeksi menjadi parah.
3. Gejala Ascariasis
Gejala infeksi ascariasis bisa ringan dan sering tidak terlihat pada tahap awal.
Namun, jika jumlah cacing dalam tubuh cukup banyak, tanda-tanda penyakit akan lebih jelas.
Berikut beberapa gejala yang umum muncul:
- Gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, diare, atau perut terasa penuh.
- Penurunan berat badan dan lemas, karena nutrisi tubuh diserap oleh cacing.
- Batuk atau gangguan pernapasan, terutama saat larva berpindah ke paru-paru.
- Muncul cacing melalui mulut, hidung, atau tinja, indikasi infeksi sudah parah.
4. Pencegahan Ascariasis
Ascariasis sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana yang konsisten dilakukan.
Pencegahan ini penting, khususnya di daerah dengan sanitasi buruk atau lingkungan yang rawan pencemaran tanah dan air.
Beberapa cara pencegahan yang efektif antara lain:
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
- Mengonsumsi makanan matang dan minum air bersih, untuk menghindari telur cacing masuk ke tubuh.
- Menggunakan alas kaki saat bermain di tanah, supaya tidak bersentuhan langsung dengan telur cacing.
- Menjaga kebersihan lingkungan, seperti mengelola limbah dan kotoran agar tidak mencemari tanah dan air.
- Minum obat cacing secara rutin, terutama bagi anak-anak, sesuai anjuran tenaga medis atau program kesehatan pemerintah.
Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah ascariasis.
Edukasi dan pengawasan rutin pada anak-anak dapat menekan risiko infeksi serius.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, infeksi cacing ini bisa dikendalikan dan risiko kematian akibat ascariasis dapat diminimalkan.
Ascariasis memang sering dianggap sepele, tetapi kasus infeksi yang parah menunjukkan bahwa penyakit ini bisa berakibat fatal.
Cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan meningkatkan kebersihan, menjaga sanitasi lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat.
Editor : Akhmad Nur Khoiri