TRENGGALEKNJENGGELEK - Insomnia kini semakin sering dialami generasi muda karena kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan sebelum waktu tidur.
Cahaya biru yang dipancarkan gadget dapat menekan produksi melatonin sehingga risiko insomnia meningkat secara signifikan.
Kualitas tidur akan menurun apabila insomnia akibat penggunaan gadget berlangsung terus-menerus tanpa adanya perubahan gaya hidup.
Kebiasaan ini membuat kualitas tidur menurun sehingga seseorang lebih sering terbangun dan merasa tidak segar pada pagi hari.
Jika berlangsung terus-menerus, insomnia akibat paparan layar gadget dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.
Risiko penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, serta gangguan jantung meningkat karena tubuh tidak mendapat pemulihan cukup.
Selain itu, kurang tidur kronis membuat daya tahan tubuh melemah sehingga lebih mudah terkena infeksi atau sakit berkepanjangan.
Dampak lain insomnia adalah menurunnya kemampuan konsentrasi dan produktivitas karena otak tidak mendapat waktu istirahat maksimal.
Hal ini dapat memengaruhi kinerja di sekolah atau pekerjaan, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan ekstrem.
Dilansir dari Alodokter.com, salah satu solusi yang disarankan untuk mengatasi insomnia adalah menerapkan digital detox menjelang waktu tidur setiap malam.
Digital detox berarti membatasi paparan gawai minimal satu jam sebelum tidur agar hormon melatonin bisa bekerja optimal.
Cara ini membantu tubuh lebih rileks sehingga otak dapat mempersiapkan diri masuk ke fase tidur yang berkualitas.
Selain digital detox, cobalah mengganti kebiasaan bermain gadget dengan aktivitas relaksasi seperti membaca buku fisik.
Kamu juga bisa mendengarkan musik tenang, meditasi, atau sekadar menulis jurnal juga efektif membantu tubuh merasa lebih siap tidur.
Pencahayaan kamar juga sebaiknya dibuat redup agar tidak mengganggu ritme sirkadian yang mengatur pola tidur alami.
Jika insomnia berlangsung lama meski sudah mencoba digital detox, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional.
Penanganan sejak dini penting dilakukan agar gangguan tidur tidak berkembang menjadi penyakit kronis berbahaya di kemudian hari.
Editor : Akhmad Nur Khoiri