Indonesia Kekurangan 210 Ribu Dokter, Pemerintah Siapkan 148 Prodi Baru
Zaki Jazai• Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01:25 WIB
Ilustrasi Jenjang Pendidikan Dokter
Trenggaleknjenggelek– Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar. Saat ini, Indonesia membutuhkan tambahan 70.000 dokter spesialis dan 140.000 dokter umum untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional.
“Kita harus segera mengejar itu. Hari ini saya dapat laporan, kita menghasilkan dokter umum hanya 12.000 per tahun dan dokter spesialis 2.700,” kata Presiden dalam sambutannya pada peresmian Institute Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Dokter Mahar Mardjono di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).
Dengan kondisi tersebut, Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu hingga 35 tahun untuk mencapai kebutuhan ideal tenaga medis jika tidak ada percepatan. Karena itu, Presiden menekankan perlunya langkah luar biasa.
“Mengejar pembangunan Indonesia, mengejar kesejahteraan Indonesia, tidak bisa business as usual. Kita harus bekerja lebih keras, harus lakukan yang terbaik,” ujarnya menegaskan.
Untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis, pemerintah menargetkan pembukaan 148 program studi (prodi) kedokteran baru di tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 125 prodi akan difokuskan pada pendidikan dokter spesialis dan 23 prodi untuk subspesialis.
Selain itu, Presiden menargetkan penambahan 30 fakultas kedokteran baru dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat memperbanyak jumlah lulusan dan menutup kesenjangan kebutuhan dokter.
“Tahun ini kita tambah, 148 prodi. Fakultas kedokteran sekarang harus kita tambah. Jumlah mahasiswa dan lulusan harus kita tingkatkan,” tegasnya.
Selain memperbanyak lulusan kedokteran, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 500 rumah sakit baru di seluruh kabupaten. Presiden meminta agar rumah sakit tersebut ditempatkan di daerah-daerah terpencil agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin merata.
“Harus bisa. Pertama niat dulu. Kalau ada niat, Insya Allah bisa tercapai. Kita sudah buktikan, Menkes sudah bangun 30 rumah sakit tahun ini, tahun depan 30 lagi, dan akhir tahun depan kita bangun 66 rumah sakit,” jelasnya.
Prabowo menegaskan, pendidikan dan kesehatan adalah bagian dari hak dasar rakyat Indonesia yang harus dipenuhi negara. Menurutnya, kesejahteraan sejati hanya bisa dicapai bila rakyat memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kesejahteraan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang paling miskin dan tinggal di wilayah terpencil. Mereka berhak mendapat pelayanan kesehatan terbaik. Negara yang berhasil dalam demokrasi adalah negara yang mampu memberi pendidikan dan pelayanan kesehatan terbaik,” ucap Presiden.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap ketimpangan jumlah tenaga medis dapat segera diatasi, sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera.(jaz)