Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Merokok Masih Jadi Ancaman Serius, Efek Jangka Panjang Bukan Sekadar Isapan Asap

Zaki Jazai • Senin, 1 September 2025 | 19:16 WIB

Penerimaan bea cukai tembakau menurun karena warga pilih rokok murah.
Penerimaan bea cukai tembakau menurun karena warga pilih rokok murah.

Trenggaleknjenggelek – Meski bahaya merokok sudah lama dibuktikan lewat penelitian medis, kebiasaan ini masih sulit ditinggalkan sebagian orang. Padahal, dampaknya bukan hanya terasa pada perokok itu sendiri, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, bahkan generasi mendatang.

Perokok aktif adalah mereka yang secara langsung mengisap rokok. Setiap hisapan bukan sekadar kepulan asap, tetapi juga lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya yang masuk ke tubuh.

Di antaranya nikotin yang memicu kecanduan, tar yang menempel di paru-paru, karbon monoksida yang mengurangi oksigen dalam darah, hingga formaldehida dan amonia yang merusak organ tubuh.

Baca Juga: Indonesia Kekurangan 210 Ribu Dokter, Pemerintah Siapkan 148 Prodi Baru

Efek jangka pendek bisa langsung dirasakan: nafas pendek, mudah lelah, bau mulut, gigi menguning, hingga kulit kusam. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak jangka panjang.

Rokok menjadi penyebab utama kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Pada banyak kasus, kebiasaan merokok juga menurunkan kesuburan dan meningkatkan risiko kematian dini.

“Lebih dari 80 persen kasus kanker paru-paru berhubungan langsung dengan rokok. Ini fakta yang tidak bisa dipungkiri,” ujar salah satu tenaga medis di Trenggalek.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Radiasi di Sekitar Kita: Dari Alat Canggih sampai Trik Sederhana

Namun, bahaya rokok tidak berhenti pada tubuh perokok. Biaya pengobatan penyakit akibat rokok terus menekan keuangan keluarga. Produktivitas kerja menurun, sementara anak-anak dan lingkungan sekitar terpapar contoh buruk.

“Efek sosial dan ekonomi ini nyata, karena yang sakit bukan hanya tubuh, tetapi juga dompet dan masa depan keluarga,” imbuhnya.

Pemerintah melalui berbagai regulasi sudah berupaya menekan angka perokok, salah satunya lewat peringatan bergambar pada bungkus rokok dan pembatasan iklan. Namun, tanpa kesadaran individu, aturan ini tak akan banyak berarti.

Baca Juga: Radiasi dalam Tubuh Manusia: Dari Ancaman Kanker hingga Terapi Penyembuhan

Merokok, yang sering dianggap sebatas kebiasaan, sejatinya adalah ancaman serius. Setiap batang rokok bukan hanya menggerogoti kesehatan, tapi juga merampas kesempatan hidup lebih panjang.

Karena itu, berhenti merokok menjadi langkah terbaik demi menjaga tubuh tetap sehat, ekonomi keluarga lebih stabil, dan lingkungan sosial yang lebih baik.(jaz)

Editor : Zaki Jazai
#merokok #penelitian medis #zat kimia