Cara Mengatur Nafas Saat Lari Jarak Jauh: Biar Nggak Cepat Lelah
Zaki Jazai• Selasa, 2 September 2025 | 20:25 WIB
Tips lari untuk pemula
Trenggaleknjenggelek- Banyak orang mengira lari jarak jauh hanya soal seberapa kuat kaki melangkah dan seberapa besar stamina yang dimiliki. Padahal, kunci utama agar bisa berlari lebih jauh tanpa cepat tersiksa justru ada pada cara mengatur napas.
Tanpa teknik pernapasan yang benar, tubuh akan cepat lelah, detak jantung melonjak, dan performa menurun drastis. Karena itu, menguasai cara bernapas dengan baik sama pentingnya dengan melatih otot kaki.
Kenapa Nafas Lebih Penting dari Kaki?
Saat berlari, tubuh butuh suplai oksigen untuk mengubah energi. Jika oksigen tidak tercukupi, akibatnya bisa terasa langsung:
Otot jadi lemah
Detak jantung melonjak cepat
Kepala pusing bahkan mual
Performa lari drop mendadak
Singkatnya, tanpa manajemen nafas yang baik, kaki sekuat apa pun tidak akan mampu membawa kita jauh.
1. Pernapasan Diafragma (perut) Tarik nafas dalam hingga perut mengembang, bukan hanya dada. Dengan cara ini, paru-paru bisa menyerap oksigen lebih banyak. ???? Tips: Letakkan tangan di perut saat latihan. Kalau tangan ikut naik saat menarik nafas, berarti sudah benar.
2. Atur Ritme Pernapasan Gunakan pola nafas sesuai langkah kaki. Misalnya:
3. Bernafas Lewat Hidung + Mulut Untuk lari jarak jauh, gunakan hidung dan mulut sekaligus agar oksigen lebih banyak masuk. Jangan memaksa hanya lewat hidung karena kurang efektif saat pace meningkat.
Latihan Nafas Sebelum Lari
Sebelum mulai berlari, luangkan waktu 3–5 menit untuk melatih pernapasan:
Kalau mengalami hal-hal ini, berarti ada yang perlu diperbaiki:
Nafas terengah-engah padahal baru mulai lari
Dada terasa sesak
Sakit di perut kanan (side stitch)
Cepat lelah meski sudah sering latihan
Tips Tambahan Agar Lari Jarak Jauh Lebih Nyaman
Jangan ngebut di awal, mulai dengan pace santai
Jaga postur tubuh tetap tegak
Kurangi ngobrol saat lari agar ritme nafas terjaga
Rutin latih kardio agar kapasitas paru-paru makin baik
Tita Zakiyya Ghozali (tengah) bersama tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024 di laboratorium Kimia Fakultas Sains dan Teknik Unigoro. Editor : Zaki Jazai