TRENGGALEK – Kipas angin menjadi salah satu solusi praktis bagi masyarakat Trenggalek untuk mengusir rasa gerah, terutama saat cuaca panas.
Meski memberikan kenyamanan, penggunaan kipas angin yang tidak tepat justru bisa memicu masalah kesehatan.
Salah satu gangguan yang sering dikaitkan dengan paparan kipas angin langsung adalah Bell’s Palsy, yaitu kelumpuhan saraf wajah secara tiba-tiba.
Bell’s Palsy adalah kondisi kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot wajah akibat gangguan pada saraf wajah (nervus fasialis).
Kondisi ini biasanya muncul secara mendadak dan dapat membuat wajah tampak mencong, sulit tersenyum, hingga kesulitan menutup mata.
Beberapa kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko antara lain:
1. Tidur dengan kipas angin diarahkan ke wajah semalaman.
2. Menggunakan kipas dengan kecepatan tinggi di ruang tertutup tanpa ventilasi.
3. Terpapar udara dingin dalam waktu lama tanpa pelindung.
Cara Mencegah Bell’s Palsy akibat Kipas Angin:
Hindari mengarahkan kipas langsung ke wajah atau kepala.
Gunakan mode putar (oscillating) agar hembusan angin menyebar merata.
Atur kecepatan kipas pada level sedang.
Matikan kipas saat suhu ruangan sudah cukup sejuk.
Jika tubuh terasa kaku atau wajah mulai tegang, segera hentikan paparan kipas. (rev)
Editor : Didin Cahya Firmansyah