Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Warga Trenggalek Perlu Tahu, Ada yang Terjadi Pada Tubuh Karena Kebanyakan Mengonsumsi Gorengan

Eka Putri Wahyuni • Kamis, 18 September 2025 | 04:40 WIB

 

Sering makan gorengan ternyata bisa memicu masalah kesehatan serius.
Sering makan gorengan ternyata bisa memicu masalah kesehatan serius.

TRENGGALEK - Gorengan adalah makanan yang begitu akrab di lidah orang Indonesia.

Hampir di setiap sudut jalan, kita bisa menemukan penjual tahu isi, bakwan, tempe, atau pisang goreng yang selalu menggoda selera.

Rasanya renyah, gurih, dan harganya yang sangat terjangkau, sehingga banyak orang menjadikan gorengan sebagai camilan sehari-hari.

Namun, di balik kelezatannya, gorengan menyimpan bahaya besar bagi kesehatan tubuh.

Terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari gangguan pencernaan hingga kanker.

Berikut hal-hal yang bisa terjadi pada tubuh ketika terlalu sering mengonsumsi gorengan:

1. Kolesterol Jahat dan Lemak Trans yang Mengintai

Salah satu dampak utama dari kebiasaan makan gorengan berlebihan adalah meningkatnya kadar kolesterol jahat atau LDL.

Minyak yang digunakan untuk menggoreng, apalagi jika dipakai berulang kali, akan menghasilkan lemak trans.

Lemak ini sangat berbahaya karena dapat memperburuk profil kolesterol dalam tubuh.

Akibatnya, plak bisa menumpuk di pembuluh darah, mempersempit aliran darah, dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.

Kondisi ini sering tidak terasa pada awalnya, tapi dalam jangka panjang bisa sangat fatal.

2. Gorengan Dapat Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Kandungan minyak pada gorengan membuatnya tinggi kalori. Setiap potong gorengan bisa mengandung ratusan kalori yang mudah sekali menumpuk jika dikonsumsi setiap hari.

Tidak heran, banyak orang yang gemar makan gorengan cenderung mengalami kenaikan berat badan.

Obesitas yang ditimbulkan bukan hanya masalah penampilan, melainkan juga menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Sel lemak berlebih di dalam tubuh dapat menghasilkan hormon dan zat peradangan yang merangsang pertumbuhan sel abnormal.

3. Risiko Diabetes Tipe 2

Gorengan juga berkaitan erat dengan risiko diabetes. Kandungan lemak jenuh dan trans yang tinggi dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memicu resistensi insulin.

Kondisi ini berarti sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah terus meningkat.

Jika dibiarkan, hal ini akan berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Penyakit ini sendiri bukan hanya berbahaya karena komplikasinya, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk menuju kanker, penyakit ginjal, dan gangguan kardiovaskular.

4. Peradangan Kronis yang Merusak Sel

Konsumsi gorengan secara berlebihan juga bisa menyebabkan peradangan kronis atau inflamasi dalam tubuh.

Minyak yang rusak akibat dipanaskan berulang kali menghasilkan senyawa berbahaya yang memicu reaksi inflamasi.

Jika peradangan ini terus terjadi, sel-sel sehat bisa mengalami kerusakan dan lingkungan dalam tubuh menjadi lebih rentan terhadap pertumbuhan sel kanker.

Tidak heran, banyak penelitian mengaitkan pola makan tinggi gorengan dengan meningkatnya risiko kanker usus, ginjal, payudara, hingga ovarium.

5. Bahaya Akrilamida

Salah satu senyawa berbahaya yang terbentuk saat menggoreng makanan bertepung pada suhu tinggi adalah akrilamida.

Senyawa ini terbukti bersifat karsinogenik pada hewan percobaan dan diduga juga berbahaya bagi manusia.

Gorengan yang berwarna terlalu cokelat atau bahkan gosong memiliki kadar akrilamida yang lebih tinggi. Jika dikonsumsi secara terus menerus, risiko terkena kanker akan semakin meningkat.

6. Gangguan Pencernaan

Selain bahaya jangka panjang, makan gorengan terlalu banyak juga menimbulkan dampak langsung pada tubuh.

Kandungan lemak yang tinggi memperlambat kerja pencernaan, sehingga perut terasa penuh, kembung, atau bahkan mulas.

Dalam beberapa kasus, gorengan juga bisa memicu asam lambung naik dan memperburuk gangguan lambung yang sudah ada sebelumnya.

7. Risiko Hipertensi dan Gangguan Hati

Gorengan yang asin dan berminyak bisa meningkatkan tekanan darah.

Natrium yang tinggi ditambah lemak jenuh membuat tubuh lebih rentan terhadap hipertensi.

Tidak hanya itu, hati sebagai organ penyaring racun juga bisa bekerja lebih berat akibat lemak trans dan radikal bebas dari minyak yang teroksidasi.

Jika terus menerus terbebani, fungsi hati akan terganggu dan meningkatkan risiko penyakit hati berlemak non-alkohol atau NAFLD. 

Gorengan memang lezat, tapi bukan berarti aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Dari peningkatan kolesterol, risiko obesitas, diabetes, inflamasi kronis, pembentukan akrilamida, hingga gangguan pencernaan, semua membuktikan bahwa gorengan membawa banyak bahaya jika dimakan berlebihan.

Bahkan risiko tambahan seperti hipertensi dan gangguan hati semakin menegaskan pentingnya membatasi konsumsi camilan renyah ini.

Warga Trenggalek, dan siapa pun yang gemar gorengan, sebaiknya mulai bijak dalam mengatur pola makan.

Nikmati gorengan sesekali saja, pilih minyak yang baru, dan seimbangkan dengan makanan sehat seperti sayur, buah, serta sumber protein bergizi.

Dengan begitu, tubuh tetap sehat tanpa harus kehilangan momen menikmati gorengan. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bahaya #gorengan #trenggalek