Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Skoliosis: Mengenal Penyebab, Gejala, dan Penanganannya.

Revalinda Ayu Munantia • Kamis, 18 September 2025 | 03:40 WIB
Skoliosis kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan ke samping.
Skoliosis kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan ke samping.

 

TRENGGALEK – Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan ke samping sehingga membentuk huruf “S” atau “C”.

Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal skoliosis dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Pengertian Skoliosis

Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang terjadi ketika tulang punggung melengkung ke arah lateral.

Normalnya, tulang belakang memiliki lengkungan alami ke depan dan ke belakang untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Namun, pada penderita skoliosis, lengkungan menyimpang ke samping sehingga dapat menimbulkan perubahan postur tubuh hingga gangguan fungsi organ pada kasus yang berat.

Penyebab Skoliosis

Sebagian besar kasus skoliosis tergolong idiopatik, yakni tidak diketahui penyebab pastinya. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya skoliosis, antara lain:

1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan skoliosis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa.

2. Kelainan Bawaan

Skoliosis kongenital terjadi akibat gangguan perkembangan tulang belakang sejak dalam kandungan.

3. Gangguan Neuromuskular

Penyakit seperti cerebral palsy atau distrofi otot dapat melemahkan otot sehingga memengaruhi bentuk tulang belakang.

4. Cedera atau Infeksi Tulang Belakang

Trauma maupun penyakit tertentu juga dapat memicu terjadinya skoliosis.

Gejala Skoliosis

Skoliosis dapat dikenali melalui tanda-tanda fisik sebagai berikut:

•Bahu atau pinggul tidak sejajar.

•Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.

•Tubuh terlihat condong ke satu sisi.

•Panjang kaki terlihat tidak sama.

•Pada kondisi parah, timbul nyeri punggung serta gangguan pernapasan.

Gejala skoliosis biasanya berkembang secara perlahan, sehingga deteksi dini sangat penting dilakukan.

Diagnosis Skoliosis

Untuk memastikan adanya skoliosis, pemeriksaan dapat dilakukan melalui:

1. Tes Adam’s Forward Bend – pasien diminta membungkuk untuk melihat kelengkungan punggung.

2. Rontgen – memberikan gambaran lebih jelas mengenai sudut lengkungan tulang belakang.

3. MRI atau CT Scan – dilakukan apabila terdapat dugaan gangguan saraf atau kelainan lain yang lebih kompleks.

Penanganan Skoliosis

Penanganan skoliosis disesuaikan dengan tingkat keparahan kelengkungan, usia pasien, serta kondisi kesehatan secara umum. Beberapa metode yang digunakan antara lain:

1. Observasi

Pada kasus ringan, dokter biasanya hanya melakukan pemantauan rutin guna memastikan kelengkungan tidak bertambah parah.

2. Pemasangan Penyangga (Brace)

Digunakan pada remaja yang masih dalam masa pertumbuhan untuk mencegah perburukan skoliosis.

3. Fisioterapi

Berupa latihan khusus untuk memperkuat otot punggung dan memperbaiki postur tubuh.

4. Tindakan Operasi (Spinal Fusion)

Diterapkan pada kasus berat untuk meluruskan tulang belakang dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dampak Skoliosis yang Tidak Ditangani

Jika dibiarkan tanpa perawatan, skoliosis dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:

•Kesulitan bernapas akibat berkurangnya kapasitas paru-paru.

•Nyeri punggung yang bersifat kronis.

•Gangguan postur tubuh yang berpengaruh pada rasa percaya diri.

•Risiko komplikasi pada organ tubuh lain. (*)

 

 

Photo
Photo
 MAXI Yamaha Day 2025
MAXI Yamaha Day 2025
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kesehatan tulang belakang #kelainan tulang belakang #gejala skoliosis #penyebab skoliosis pada anak #skoliosis