Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Warga Trenggalek Wajib Tahu, Simak Ancaman Kesehatan Akibat Vape yang Mengandung Zat Bahaya

Eka Putri Wahyuni • Sabtu, 20 September 2025 | 04:30 WIB

 

Asap vape yang terlihat ringan ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.
Asap vape yang terlihat ringan ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

TRENGGALEK – Rokok elektrik atau vape kian marak di kalangan remaja hingga dewasa muda.

Desainnya yang modern, varian rasa yang menggoda, dan aroma yang tak sepekat rokok tembakau membuat banyak orang mengira vape aman.

Padahal, riset medis menegaskan di balik kepulan asap elektrik tersimpan ancaman serius bagi tubuh.

Mengapa Vape Begitu Menarik? 

Vape dirancang menarik, ringan, mudah dibawa, dan tersedia dalam rasa manis seperti buah tropis, cokelat, hingga minuman kopi.

Promosi media sosial dan harga yang kian terjangkau menambah pesonanya.

Namun kemasan manis itu menutupi fakta bahwa setiap isapan membawa zat kimia yang bisa merusak kesehatan.

1. Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Cairan vape bukan sekadar air rasa buah, melainkan campuran propilen glikol, gliserin nabati, nikotin, dan aneka perasa kimia.

Saat dipanaskan, bahan-bahan ini dapat melepaskan formaldehida yang bersifat karsinogen dan memicu kanker paru-paru, akrolein yang mengiritasi saluran napas, serta logam berat seperti timbal dan nikel dari kumparan pemanas.

Paparan secara terus menerus dapat membuat tenggorokan perih, merusak jaringan paru-paru, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Bahkan cairan yang mengklaim tanpa nikotin pun kerap menyimpan kandungan nikotin tersembunyi.

2. Memicu Kecanduan Nikotin

Nikotin dalam vape bekerja cepat pada otak dan memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa senang.

Begitu terbiasa, otak menuntut sensasi itu berulang-ulang. Akibatnya, kecanduan bisa berkembang cepat, terutama pada remaja yang otaknya masih dalam masa pertumbuhan.

Saat mencoba berhenti, gejala putus nikotin seperti gelisah, sulit tidur, dan mudah marah pun muncul.

Nikotin juga meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung, sehingga risiko gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan stroke ikut naik.

Banyak pengguna yang awalnya hanya sekadar mencoba akhirnya mengisap lebih sering dan kesulitan berhenti, sama berbahayanya dengan perokok konvensional.

3. Risiko Penyakit Paru-Paru Serius

Kasus EVALI atau E-cigarette or Vaping Use-Associated Lung Injury menjadi bukti nyata bahaya vape bagi paru-paru.

Gejalanya bisa berupa batuk parah, nyeri dada, hingga gagal napas yang memerlukan ventilator.

Partikel mikro dari uap vape menempel di jaringan paru dan menimbulkan peradangan kronis. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi bronkitis kronis, emfisema yaitu kerusakan kantung udara, dan penurunan kapasitas paru permanen.

Kerusakan tersebut mungkin tidak terasa seketika, tetapi perlahan melemahkan fungsi pernapasan.

4. Dampak pada Kesehatan Jantung

Uap vape membawa partikel ultrafine dan nikotin yang dapat masuk ke aliran darah.

Paparan ini memicu peradangan pembuluh darah dan aterosklerosis atau engerasan arteri, mengganggu irama jantung, serta meningkatkan tekanan darah yang membebani kerja jantung.

Penelitian American Heart Association menemukan pengguna vape memiliki risiko dua kali lipat mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak merokok.

5. Ancaman Serius untuk Remaja

Remaja merupakan kelompok paling rentan terhadap bahaya nikotin. Zat ini dapat mengganggu perkembangan otak, terutama area yang mengatur emosi, memori, dan pengambilan keputusan.

Dampaknya meluas ke kesehatan mental, meningkatkan risiko kecemasan dan depresi, sekaligus mengganggu konsentrasi sehingga prestasi akademik menurun.

Fenomena gateway effect juga patut diwaspadai, remaja yang memulai dengan vape lebih berpotensi beralih ke rokok konvensional atau zat adiktif lain.

6. Bahaya bagi Ibu Hamil dan Bayi

Nikotin yang dihirup ibu hamil dapat menembus plasenta dan mengganggu perkembangan janin.

Akibatnya, bayi berisiko lahir dengan berat badan rendah, mengalami gangguan perkembangan paru, lahir prematur, hingga mengalami sindrom kematian bayi mendadak SIDS.

Paparan uap vape di sekitar bayi dan anak kecil juga bisa menimbulkan masalah pernapasan dan alergi.

7. Efek Jangka Panjang yang Sering Diabaikan

Efek yang dirasakan apabila sering di abaikan dapat membuat mudah terserang infeksi, kerusakan ginjal akibat penyaringan zat kimia berulang, masalah gigi dan mulut seperti gusi bengkak dan gigi berlubang, serta gangguan kulit akibat peradangan dan sirkulasi darah yang terganggu.

Efek ini bisa muncul bertahun-tahun kemudian tanpa disadari pengguna.

Vape bukanlah alternatif aman untuk rokok konvensional. Di balik aroma manis dan desain yang tampak modern, cairan vape mengandung nikotin, logam berat, dan berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru, jantung, hingga sistem saraf.

Risiko kecanduan, gangguan perkembangan otak remaja, komplikasi kehamilan, hingga kerusakan organ jangka panjang adalah ancaman nyata yang kerap diabaikan. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#zat kimia #bahaya #vape #trenggalek