TRENGGALEK - Banyak pelari, baik pemula maupun profesional, sering mengalami kram otot saat sedang berlari.
Kram otot adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa nyeri hebat.
Menurut sejumlah pakar kesehatan olahraga, kram otot saat berlari umumnya dipicu oleh dehidrasi, kurang pemanasan, atau ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Penyebab Utama Kram Otot:
- Dehidrasi: Kekurangan cairan mengganggu kerja otot.
- Kurang Pemanasan: Otot yang belum siap lebih rentan mengalami kontraksi mendadak.
- Ketidakseimbangan Elektrolit: Kekurangan natrium, kalium, dan magnesium dapat memicu kram.
- Latihan Berlebihan: Beban lari yang terlalu berat atau terlalu lama meningkatkan risiko kram.
Baca Juga: Alasan di Balik Kecintaan Sering Menonton Ulang Film Lama, Mulai dari Anak Muda hingga Orang Dewasa
Tips Mengatasi Kram Saat Berlari:
- Hentikan lari sejenak. Berhenti dan lakukan peregangan perlahan pada otot yang kram.
- Lakukan pernapasan dalam. Tarik napas dalam-dalam untuk membantu relaksasi otot.
- Pijat area yang kram. Pemijatan ringan dapat membantu melancarkan aliran darah.
- Minum air dan elektrolit. Pastikan tubuh mendapatkan cairan dan mineral yang cukup.
Baca Juga: Resep Praktis Korean Tortilla Egg Sandwich, Solusi Anak Kos Biar Tetap Hemat dan Kenyang
Langkah Pencegahan Sebelum Lari:
- Lakukan pemanasan minimal 10–15 menit, termasuk peregangan dinamis.
- Minum air putih atau minuman isotonik sebelum dan setelah lari.
- Jaga asupan makanan kaya kalium dan magnesium, seperti pisang, alpukat, atau kacang-kacangan.
- Tingkatkan intensitas lari secara bertahap, jangan langsung berlari dengan kecepatan tinggi. (*)