TRENGGALEK – Segelas minuman dingin dengan es batu bening memang menyegarkan, terutama saat cuaca panas.
Namun, kebiasaan mengonsumsi es batu tanpa memperhatikan kebersihan dan efek jangka panjang dapat membawa risiko kesehatan yang sering disepelekan.
Dari gangguan pencernaan hingga masalah gigi dan mulut, berikut penjelasan lengkap dampak konsumsi batu berulang apa lagi yang bukan dari udara yang matang.
Risiko Infeksi dan Gangguan Pencernaan
Meskipun terlihat jernih, proses pembekuan tidak otomatis membunuh kuman.
Udara yang tidak dimasak atau disaring bisa mengandung bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella, yang memicu gangguan pencernaan, mulai dari diare, mual, muntah, hingga demam tifoid.
Paparan berulang bahkan dapat menekan fungsi ginjal, meningkatkan risiko hipertensi, dan memberi beban tambahan pada jantung, terutama bagi anak-anak, lansia, serta mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.
Bahaya Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut
Mengunyah batu keras dapat merusak lapisan enamel gigi, membuat gigi menjadi sensitif terhadap suhu panas atau dingin, dan memicu retakan kecil hingga patah.
Bagi orang yang memiliki tambalan atau mahkota gigi, tekanan dari mengunyah juga dapat mengganggu struktur perawatan gigi tersebut.
Tekanan berulang pada rahang akibat kebiasaan ini berpotensi menyebabkan nyeri sendi rahang atau gangguan sendi temporomandibular, yang menimbulkan rasa sakit ketika membuka mulut atau mengunyah.
Gangguan Lain yang Perlu Diwaspadai
Baca Juga: Nggak Cuma Pintar, Anak Trenggalek Perlu Ditempa Jadi Tahan Banting! Simak Caranya
Mengonsumsi es batu secara berlebihan tidak memberikan nilai gizi, bahkan dapat menurunkan selera makan makanan sehat, sehingga asupan nutrisi harian terganggu.
Dalam kondisi tertentu, rasa dingin ekstrem juga bisa memicu sakit kepala stimulus dingin atau brain freeze, yaitu sakit kepala mendadak ketika langit-langit mulut terpapar suhu rendah.
Jika kebiasaan mengonsumsi es batu disertai gejala seperti lemas, pucat, gigi sensitif, atau gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis dianjurkan, termasuk tes darah untuk memeriksa hemoglobin, feritin, dan kadar zat besi.
Tips Aman Mengonsumsi Es Batu
Menikmati minuman dingin dengan es tetap dapat dilakukan asalkan memperhatikan kebersihan dan jumlah konsumsi.
Pastikan udara yang digunakan untuk membuat es adalah air matang atau air yang sudah melalui proses penyaringan berkualitas, sehingga bakteri berbahaya dapat diminimalkan.
Proses perebusan udara hingga mendidih sebelum membekukan juga membantu membunuh sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit.
Setelah udara dibekukan, simpan es batu dalam wadah bersih yang tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi bau atau partikel makanan lain di freezer.
Ciri dari es batu air mentah biasanya terlihat keruh, terdapat partikel halus, dan rasanya tidak netral, sedangkan es batu dari air matang cenderung bening, rasa netral, dan lebih aman dikonsumsi.
Baca Juga: Nggak Cuma Gaya, Warga Trenggalek Perlu Tahu Cara Duduk Juga Bisa Buka Sifat Aslimu, Lho!
Saat menyukai minuman dingin, cobalah mengatur frekuensi konsumsi dengan bijak.
Batasi kebiasaan minum es setiap hari dan seimbangkan dengan minum air putih pada suhu normal agar sistem pencernaan tidak kaget akibat perubahan suhu yang tiba-tiba.
Kebiasaan ini juga membantu menjaga metabolisme tetap stabil.
Pentingnya Kebersihan dan Moderasi
Menikmati minuman dingin sah sah saja, tetapi kebersihan dan jumlah konsumsi harus selalu diperhatikan.
Dengan memastikan udara yang digunakan untuk es aman, serta menghindari kebiasaan menggigit es, dapat terhindar dari risiko infeksi pencernaan, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme.
Kebiasaan sederhana seperti memilih air matang dan mengontrol frekuensi konsumsi terbukti menjadi langkah efektif untuk menjaga kesehatan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah