TRENGGALEK – Mengunyah sering dianggap sebagai aktivitas biasa yang tidak perlu diperhatikan.
Padahal, cara seseorang mengunyah makanan ternyata berhubungan langsung dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Bukan hanya soal kenyang, proses mengunyah yang benar dapat membantu tubuh mencerna makanan lebih baik, meningkatkan penyerapan nutrisi, bahkan mencegah berbagai masalah pencernaan.
Karena itu, penting untuk tidak terburu-buru saat makan dan memberi waktu bagi mulut serta gigi untuk bekerja dengan maksimal.
Pentingnya Mengunyah dengan Benar
Proses mengunyah adalah tahap pertama dari sistem pencernaan. Semakin halus makanan dikunyah, semakin mudah lambung dan usus mengolahnya.
Selain itu, air liur yang keluar ketika mengunyah juga berperan besar. Air liur mengandung enzim yang membantu memecah karbohidrat dan lemak.
Jika makanan langsung ditelan tanpa dikunyah dengan baik, kerja organ pencernaan akan menjadi lebih berat dan bisa menimbulkan masalah kesehatan.
Dampak Buruk Jika Mengunyah Terburu-buru
Mengabaikan cara mengunyah dapat menimbulkan sejumlah dampak, di antaranya:
• Gangguan pencernaan – Makanan yang tidak hancur sempurna bisa memicu perut kembung, sembelit, hingga sakit maag.
• Kenaikan berat badan – Makan terlalu cepat membuat otak terlambat menerima sinyal kenyang, sehingga porsi makanan jadi lebih banyak dari yang dibutuhkan.
• Resiko penyakit metabolik – Beberapa penelitian menunjukkan kebiasaan makan terburu-buru dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga kolesterol tinggi.
Manfaat Mengunyah dengan Perlahan
Sebaliknya, mengunyah dengan benar membawa banyak manfaat untuk tubuh, seperti:
• Meningkatkan penyerapan nutrisi – Makanan yang lebih halus memudahkan tubuh menyerap vitamin dan mineral.
• Membantu kontrol berat badan – Dengan makan lebih lambat, tubuh punya waktu untuk merasakan kenyang sehingga terhindar dari makan berlebihan.
• Menjaga kesehatan gigi dan rahang – Aktivitas mengunyah melatih otot rahang serta merangsang produksi air liur yang melindungi gigi dari bakteri.
• Meningkatkan fokus dan ketenangan – Makan dengan perlahan dapat menjadi bentuk mindfulness yang membuat seseorang lebih menikmati setiap suapan.
Cara Mengunyah yang Disarankan
Para ahli gizi menyarankan agar setiap suapan makanan dikunyah sekitar 20–30 kali sebelum ditelan.
Jumlah ini bisa berbeda tergantung tekstur makanan.
• Untuk makanan lunak seperti buah atau nasi, cukup sekitar 15–20 kali kunyahan.
• Untuk makanan keras seperti daging atau sayuran berserat, butuh lebih dari 30 kali kunyahan.
Kebiasaan sederhana ini bisa dilatih dengan cara meletakkan sendok setelah satu suapan, menghindari distraksi seperti gadget saat makan, dan fokus pada rasa makanan.
Mengunyah memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya bagi tubuh sangat besar.
Dengan mengunyah perlahan dan benar, tubuh bisa lebih sehat, pencernaan lancar, dan risiko penyakit dapat berkurang.
Mulai sekarang, jangan terburu-buru saat makan. Nikmati setiap gigitan dengan tenang, karena kesehatan tubuh berawal dari kebiasaan kecil yang sering kali diabaikan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah