Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Remaja Trenggalek Jadi Kelompok Perokok Terbanyak? Kebiasaan Buruk yang Perlu Diwaspadai

Khoinatul fitriyah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 02:55 WIB
Kebiasaan merokok di kalangan remaja Trenggalek meningkat. Simak penyebab, dampak, dan langkah pencegahannya.
Kebiasaan merokok di kalangan remaja Trenggalek meningkat. Simak penyebab, dampak, dan langkah pencegahannya.

 

TRENGGALEK - Kebiasaan merokok masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Trenggalek.

Tidak hanya orang dewasa, remaja di Trenggalek kini justru tercatat sebagai kelompok dengan jumlah perokok terbanyak.

Fenomena di Trenggalek ini menimbulkan kekhawatiran, sebab dampak rokok terhadap kesehatan akan semakin berbahaya bila kebiasaan tersebut dimulai sejak usia muda.

Merokok yang awalnya dianggap sekadar gaya hidup atau bentuk pergaulan, lambat laun dapat menimbulkan ketergantungan.

Apabila dibiarkan, hal ini berpotensi melahirkan generasi yang lemah secara fisik maupun mental.

Oleh sebab itu, kebiasaan merokok di kalangan remaja tidak boleh dianggap sepele.

Kebiasaan Merokok di Trenggalek

Trenggalek, yang dikenal sebagai daerah dengan budaya gotong royong dan kehidupan masyarakat yang cukup tenang, ternyata tidak luput dari masalah kebiasaan merokok.

Berdasarkan laporan sejumlah media lokal, jumlah perokok aktif di daerah ini meningkat dari tahun ke tahun.

Ironisnya, kelompok remaja menjadi penyumbang terbesar dalam data tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa rokok semakin mudah diakses oleh kalangan muda.

Harga rokok yang relatif terjangkau serta kurangnya kesadaran mengenai bahaya kesehatan membuat peredaran rokok di kalangan remaja semakin meluas.

Kondisi ini tentu memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Faktor Penyebab Remaja di Trenggalek Merokok

Beberapa faktor yang memicu remaja di Trenggalek terjerumus dalam kebiasaan merokok antara lain:

1. Pengaruh lingkungan dan pergaulan

Lingkungan sekitar, termasuk teman sebaya, memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan remaja.

Apabila remaja bergaul dengan kelompok yang merokok, kemungkinan besar ia akan ikut mencoba.

2. Kurangnya pengawasan dari keluarga

Kesibukan orang tua sering kali membuat mereka kurang memperhatikan kebiasaan anak.

Akibatnya, remaja lebih bebas dalam mengakses rokok tanpa pengawasan.

3. Iklan dan citra sosial

Meskipun pemerintah telah membatasi iklan rokok, citra bahwa merokok merupakan simbol kedewasaan dan keberanian masih tertanam kuat di sebagian remaja.

4. Ketersediaan rokok yang mudah dijangkau

Rokok masih dapat dijual secara bebas, bahkan kepada remaja yang seharusnya dilindungi dari konsumsi nikotin.

Dampak Buruk Rokok bagi Remaja

Merokok pada usia remaja memberikan dampak lebih berbahaya dibandingkan orang dewasa.

Hal ini dikarenakan tubuh remaja masih dalam masa pertumbuhan. Beberapa dampak buruk yang ditimbulkan antara lain:

Gangguan sistem pernapasan: Asap rokok dapat merusak paru-paru dan menurunkan fungsi pernapasan.

Risiko penyakit kronis: Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta kanker paru-paru.

Menurunkan konsentrasi belajar: Zat nikotin dalam rokok memengaruhi otak dan membuat remaja sulit berkonsentrasi.

Ketergantungan jangka panjang: Remaja yang merokok sejak dini berpotensi besar menjadi perokok seumur hidup.

Kerugian ekonomi: Sebagian besar uang saku habis hanya untuk membeli rokok, padahal bisa digunakan untuk kebutuhan lebih bermanfaat.

Dampak buruk ini tidak hanya dirasakan oleh perokok itu sendiri, tetapi juga orang di sekitarnya yang menjadi perokok pasif.

Upaya Pencegahan di Kabupaten Trenggalek

Meningkatnya jumlah perokok remaja di Trenggalek seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Edukasi bahaya rokok sejak dini

Sekolah dapat menjadi tempat efektif untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok melalui kegiatan belajar, seminar, maupun kampanye kesehatan.

2. Pengawasan ketat dari keluarga

Orang tua perlu memberikan contoh yang baik dengan tidak merokok di rumah serta mengawasi lingkungan pergaulan anak.

3. Penegakan aturan penjualan rokok

Pemerintah daerah dapat memperketat aturan mengenai penjualan rokok kepada anak di bawah umur, termasuk pemberian sanksi bagi penjual yang melanggar.

4. Kegiatan positif bagi remaja

Remaja perlu diarahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial, agar tidak mudah terjerumus ke kebiasaan buruk.

5. Peran komunitas dan organisasi pemuda

Komunitas lokal dapat membuat program anti rokok yang melibatkan remaja secara langsung, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

Contoh Program Nyata di Trenggalek

Selain langkah umum di atas, terdapat beberapa program nyata yang telah dijalankan di Kabupaten Trenggalek maupun lingkup Jawa Timur untuk menekan angka perokok remaja, di antaranya:

Kawasan Bebas Asap Rokok

Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Beberapa tempat umum seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, dan perkantoran telah dijadikan kawasan bebas asap rokok.

Sosialisasi di Sekolah dan Desa

Pemerintah daerah secara rutin melaksanakan sosialisasi bahaya rokok di sekolah-sekolah, terutama pada awal tahun ajaran baru.

Pemasangan baliho dan pembinaan melalui kegiatan keagamaan di desa juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat.

Program “REPTIL” (Remaja Puskesmas Pogalan Trenggalek)

Puskesmas Pogalan mengembangkan program REPTIL yang melibatkan posyandu remaja dan kader kesehatan remaja. Program ini memberikan edukasi kesehatan, termasuk bahaya rokok, narkoba, serta pengaruh pergaulan bebas.

Pendampingan Remaja

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga memperkuat program pendampingan remaja dengan melibatkan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan.

Program ini bertujuan mencegah kenakalan remaja sekaligus mengurangi kebiasaan merokok. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bahaya rokok #remaja #trenggalek