Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hindari Nyemil Saat Malam Hari, Apalagi Menjelang Tidur: Kenali Dampaknya pada Tubuh

Eka Putri Wahyuni • Kamis, 2 Oktober 2025 | 01:44 WIB
Kebiasaan nyemil di malam hari sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Kebiasaan nyemil di malam hari sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

TRENGGALEK – Nyemil di malam hari memang sering dianggap solusi cepat untuk mengatasi rasa lapar.

Banyak orang yang memilih camilan manis, gurih, atau berlemak tinggi sebelum tidur karena rasanya memuaskan.

Namun, kebiasaan ini tidak sejalan dengan ritme alami tubuh. Saat malam hari, metabolisme melambat, sistem pencernaan butuh istirahat, dan tubuh bersiap untuk pemulihan.

Jika terus dipaksa bekerja dengan asupan makanan, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul.

Berikut 5 dampak buruk nyemil malam hari yang perlu diwaspadai:

1. Risiko Gangguan Pencernaan

Sistem pencernaan memiliki jam kerja alami yang mengikuti ritme sirkadian tubuh.

Pada malam hari, aktivitas organ pencernaan menurun agar tubuh bisa beristirahat. Saat camilan masuk menjelang tidur, lambung dan usus terpaksa bekerja ekstra di saat yang tidak ideal.

Akibatnya, makanan tidak tercerna sempurna sehingga menimbulkan rasa begah, kembung, atau bahkan nyeri perut.

Selain itu, risiko refluks asam lambung meningkat. Posisi tidur membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, menimbulkan rasa panas di dada atau heartburn.

Kondisi ini membuat tidur sering terganggu, dan dalam jangka panjang dapat merusak lapisan kerongkongan.

2. Memicu Kenaikan Berat Badan

Salah satu dampak paling nyata dari nyemil malam hari adalah penumpukan lemak tubuh.

Makanan yang dikonsumsi pada malam hari tidak sempat digunakan untuk aktivitas karena tubuh dalam kondisi istirahat. Kalori berlebih otomatis disimpan menjadi cadangan lemak.

Kebanyakan camilan, juga tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh, misalnya gorengan, keripik, cokelat, atau mie instan.

Jika dikonsumsi secara rutin, kebiasaan ini bisa memicu obesitas. Kenaikan berat badan yang tidak terkontrol akan meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.

3. Mengganggu Kualitas Tidur

Kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh durasi, tetapi juga kondisi tubuh sebelum tidur.

Nyemil makanan berat atau tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah yang membuat tubuh sulit rileks.

Hal ini menekan produksi hormon melatonin yaitu hormon penting yang mengatur pola tidur.

Selain itu, pencernaan yang masih aktif bekerja membuat tubuh tidak bisa masuk ke fase tidur dalam. Hasilnya, tidur menjadi gelisah, sering terbangun, dan terasa tidak pulih meski durasi cukup.

Jika dibiarkan, kurang tidur kronis bisa memengaruhi kesehatan mental, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko penyakit kronis.

4. Menurunkan Energi Keesokan Harinya

Tidur yang terganggu karena pencernaan tidak optimal membuat tubuh tidak mendapat istirahat penuh.

Alhasil, ketika bangun pagi, tubuh terasa lelah, lesu, dan tidak bertenaga. Rasa kantuk berlebih di siang hari juga sering muncul karena kualitas tidur yang buruk.

Kondisi ini jelas berpengaruh pada produktivitas. Fokus belajar, bekerja, hingga kemampuan mengambil keputusan bisa menurun.

Bahkan, rasa lelah kronis akibat tidur terganggu berpotensi menimbulkan stres, emosi tidak stabil, hingga menurunkan motivasi dalam beraktivitas.

5. Risiko Penyakit Metabolik

Dampak jangka panjang dari kebiasaan nyemil malam tidak kalah serius. Pola makan yang tidak teratur dan asupan kalori berlebih di malam hari bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik.

Lonjakan gula darah berulang akibat konsumsi makanan manis dapat memperbesar risiko diabetes tipe 2.

Lemak jenuh dari camilan juga bisa menumpuk di pembuluh darah, memicu kolesterol tinggi dan hipertensi.

Jika tidak segera dikendalikan, kondisi ini bisa berkembang menjadi sindrom metabolik, sebuah kombinasi dari obesitas, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan gangguan lipid yang meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.

Nyemil malam hari, terutama menjelang tidur, memang menggoda, tapi dampaknya bagi kesehatan sangat besar.

Mulai dari gangguan pencernaan, berat badan naik, tidur terganggu, energi berkurang, hingga risiko penyakit metabolik. Karena itu, bijaklah dalam mengatur pola makan.

Usahakan makan malam lebih awal agar tubuh punya waktu cukup untuk mencerna sebelum istirahat.

Jika rasa lapar datang di malam hari, pilih camilan sehat dalam porsi kecil seperti buah segar, yogurt tanpa gula, atau segelas susu hangat rendah lemak. Dengan begitu, tubuh tetap nyaman dan kesehatan lebih terjaga. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #nyemil