TRENGGALEK— Penyakit kuning merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering ditemukan di masyarakat.
Dalam istilah medis, penyakit kuning dikenal sebagai jaundice, yaitu keadaan ketika kulit, mata, dan selaput lendir tubuh tampak menguning.
Kondisi ini bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari adanya gangguan pada organ tubuh, terutama hati, kantung empedu, atau pankreas.
Di Kabupaten Trenggalek maupun daerah lain di Indonesia, penyakit kuning kerap terjadi pada bayi baru lahir, namun juga bisa dialami oleh orang dewasa.
Pemahaman mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahannya sangat penting agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menanganinya dengan tepat.
Apa Itu Penyakit Kuning?
Penyakit kuning terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah meningkat. Bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terbentuk dari hasil pemecahan sel darah merah.
Normalnya, hati akan memproses bilirubin agar bisa dikeluarkan melalui feses.
Namun, jika terdapat gangguan pada hati atau sistem ekskresi tubuh, bilirubin akan menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh sehingga menimbulkan warna kuning pada kulit dan mata.
Penyebab Penyakit Kuning
Ada beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit kuning, antara lain:
1. Gangguan hati (liver)
Penyakit seperti hepatitis, sirosis, atau kerusakan hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu proses metabolisme bilirubin.
2. Gangguan saluran empedu
Tersumbatnya saluran empedu oleh batu empedu atau tumor dapat menyebabkan bilirubin tidak bisa dikeluarkan dari tubuh.
3. Penyakit darah (hemolitik)
Pecahnya sel darah merah secara berlebihan akan menghasilkan bilirubin dalam jumlah tinggi, melebihi kemampuan hati untuk memprosesnya.
4. Penyakit pada bayi baru lahir
Bayi sering mengalami penyakit kuning fisiologis karena organ hatinya belum bekerja secara sempurna untuk mengolah bilirubin.
Gejala Penyakit Kuning
Selain perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan, terdapat beberapa gejala lain yang dapat menyertai penyakit kuning, yaitu:
•Urine berwarna gelap
•Feses pucat atau berwarna keabu-abuan
•Rasa lelah berlebihan
•Mual dan muntah
•Hilangnya nafsu makan
•Nyeri perut, terutama di bagian kanan atas
•Gatal pada kulit
Jika gejala tersebut muncul, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan diagnosis lebih lanjut.
Penyakit Kuning pada Bayi
Penyakit kuning pada bayi umumnya muncul beberapa hari setelah lahir dan dikenal sebagai jaundice neonatal.
Kondisi ini biasanya ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu.
Namun, pada beberapa kasus, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat membahayakan bayi dan memengaruhi perkembangan otaknya.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan gejala bayi dan segera membawa ke dokter jika kuning tidak kunjung hilang atau semakin parah.
Cara Pencegahan Penyakit Kuning
Pencegahan penyakit kuning dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan hati dan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan adalah:
1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat untuk menjaga fungsi hati.
2. Menghindari alkohol berlebihan
Konsumsi alkohol dapat merusak hati sehingga meningkatkan risiko penyakit kuning.
3. Hindari obat-obatan tanpa resep
Beberapa obat dapat merusak fungsi hati jika digunakan secara sembarangan.
4. Menjaga kebersihan lingkungan
Infeksi virus hepatitis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman.
5. Melakukan vaksinasi hepatitis
Vaksinasi dapat membantu mencegah penyakit hepatitis yang berisiko menimbulkan penyakit kuning.
Pengobatan Penyakit Kuning
Pengobatan penyakit kuning disesuaikan dengan penyebab utamanya. Beberapa metode yang umum dilakukan antara lain:
•Terapi fototerapi pada bayi untuk menurunkan kadar bilirubin.
•Pemberian obat-obatan untuk mengatasi hepatitis atau gangguan hati lainnya.
•Tindakan operasi apabila terdapat batu empedu atau tumor yang menyumbat saluran empedu.
•Perubahan gaya hidup seperti diet sehat dan berhenti mengonsumsi alkohol.
Editor : Didin Cahya Firmansyah