TRENGGALEK – Teh dikenal sebagai minuman menyehatkan yang kaya antioksidan, dapat membantu menjaga fokus, dan melindungi tubuh dari radikal bebas.
Namun, tahukah bahwa cara minum teh yang salah justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan usus?
Beberapa kebiasaan yang tampak sepele seperti waktu minum, kadar gula, hingga suhu air teh ternyata dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan gangguan pada usus.
Berikut penjelasan lengkap mengenai kesalahan saat minum teh yang bisa bikin usus bermasalah.
1. Minum Teh Saat Perut Kosong
Kebiasaan ini termasuk yang paling sering dilakukan tanpa disadari.
Minum teh dalam keadaan perut kosong dapat memicu peningkatan produksi asam lambung karena kandungan tanin di dalamnya.
Kondisi ini bisa menyebabkan iritasi lambung, rasa mual, dan nyeri di bagian perut.
Pada beberapa orang, bahkan bisa memicu gangguan pada dinding usus jika dilakukan terus-menerus. Sebaiknya minum teh 20–30 menit setelah makan agar tidak mengganggu sistem pencernaan.
2. Menambahkan Gula Berlebihan
Teh manis memang terasa nikmat, tetapi kandungan gula yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus.
Konsumsi gula berlebih bisa memicu pertumbuhan bakteri jahat di dalam usus dan menyebabkan peradangan.
Akibatnya, pencernaan menjadi tidak lancar dan risiko penyakit metabolik meningkat.
Gunakan sedikit madu atau pemanis alami, dan kurangi kadar gula secara bertahap agar tubuh lebih terbiasa dengan rasa teh asli.
3. Terlalu Sering Minum Detox Tea
Banyak yang percaya teh pelangsing atau detox tea bisa membantu menurunkan berat badan, padahal efeknya belum sepenuhnya aman.
Menurut Alpine Surgical, teh detox umumnya mengandung bahan laksatif yang jika dikonsumsi terlalu sering dapat menyebabkan iritasi usus, diare kronis, dan dehidrasi.
Hindari menjadikan detox tea sebagai rutinitas harian.
Lebih baik konsumsi teh alami seperti teh hijau atau teh chamomile yang lebih aman bagi usus.
4. Mengonsumsi Teh yang Terlalu Panas
Teh panas memang terasa menenangkan, tetapi suhu minuman yang terlalu tinggi dapat merusak lapisan mukosa pada kerongkongan dan usus.
Sebuah penelitian dari International Journal of Cancer menemukan bahwa konsumsi teh bersuhu di atas 65°C berpotensi meningkatkan risiko iritasi saluran pencernaan. Teh sebaiknya diminum setelah suhunya turun hingga hangat.
5. Minum Teh Larut Malam Hari
Kandungan kafein dalam teh bisa mengganggu kualitas tidur bila diminum terlalu malam.
Gangguan tidur berkepanjangan dapat berdampak pada sistem pencernaan, karena usus juga memiliki ritme biologis yang bekerja seiring dengan waktu istirahat tubuh.
Dikutip dari Hindustan Times, gangguan tidur akibat kafein dapat menurunkan fungsi usus dan memicu peradangan ringan di saluran cerna.
Pilih teh bebas kafein seperti teh bunga atau teh herbal jika ingin minum menjelang tidur.
6. Mengonsumsi Teh Secara Berlebihan
Minum teh terlalu banyak bukan berarti makin sehat.
Asupan tanin dan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, diare, serta gangguan penyerapan zat besi.
Menurut Healthline, batas aman konsumsi teh adalah sekitar 2–4 cangkir per hari tergantung pada jenis dan kadar kafeinnya.
Nikmati teh dalam porsi wajar agar manfaatnya tetap terasa tanpa mengganggu fungsi usus.
7. Mengabaikan Kualitas dan Kebersihan Teh
Teh yang disimpan terlalu lama atau tidak higienis dapat terkontaminasi jamur dan bakteri yang berbahaya bagi sistem pencernaan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kantong teh berbahan plastik bisa melepaskan mikroplastik ke dalam air panas, yang berpotensi mengganggu kesehatan usus jika dikonsumsi terus-menerus.
Pilih daun teh longgar berkualitas tinggi atau kantong teh berbahan kertas alami, dan simpan di tempat kering untuk mencegah kontaminasi.
8. Menyeduh Teh Terlalu Pekat
Teh yang terlalu pekat mengandung kadar kafein dan tanin lebih tinggi.
Keduanya dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan serta mengganggu penyerapan zat besi dalam makanan.
Selain itu, teh pekat juga bisa membuat feses lebih keras dan meningkatkan risiko sembelit.
Sebaiknya gunakan takaran yang wajar, sekitar satu sendok teh daun kering untuk satu cangkir air panas.
Teh bukanlah musuh bagi usus, asalkan dikonsumsi dengan cara yang benar dan tidak berlebihan.
Hindari kesalahan umum seperti minum saat perut kosong, menambahkan gula berlebih, atau memilih teh detox yang tidak jelas kandungannya.