Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Keracunan Makanan? Tenang, Ada 7 Bahan Alami yang Bisa Jadi Penolong Awal

Friesta Cahya Ramadhani • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 04:30 WIB
Air kelapa adalah salah satu penolong awal untuk keracunan.
Air kelapa adalah salah satu penolong awal untuk keracunan.

 

TRENGGALEK – Kasus keracunan makanan masih sering terjadi, terutama saat makanan tidak diolah atau disimpan dengan benar.

Gejalanya dapat muncul tiba-tiba, seperti mual, muntah, nyeri perut, hingga diare.

Kondisi ini tentu membuat tubuh lemas dan tidak nyaman.

Meski demikian, penanganan awal tidak selalu harus langsung dengan obat kimia.

Beberapa bahan alami dapat membantu meredakan gejala ringan sekaligus memulihkan tubuh lebih cepat.

Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, atau zat kimia berbahaya yang masuk bersama makanan.

Karena itu, menjaga kebersihan dan memperhatikan cara penyimpanan sangat penting agar terhindar dari gangguan pencernaan ini.

Berikut sejumlah bahan alami yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama saat keracunan makanan ringan.

1. Air Kelapa Muda

Air kelapa muda merupakan sumber elektrolit alami yang membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare.

Kandungan kalium dan natrium di dalamnya menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mencegah dehidrasi.

Minum segelas air kelapa setiap selesai buang air besar atau muntah dapat membantu memulihkan tenaga.

Selain menyegarkan, air kelapa juga membantu menetralkan racun di dalam tubuh secara alami tanpa efek samping.

2. Air Rebusan Jahe

Jahe memiliki sifat anti-mual dan antiinflamasi yang dapat menenangkan lambung.

Cukup rebus sepuluh gram jahe segar yang telah diiris bersama tiga ratus mililiter air hingga mendidih. Minum air rebusan tersebut selagi hangat tiga hingga empat kali dalam sehari.

Air jahe efektif membantu meredakan rasa mual, muntah, serta nyeri perut akibat keracunan makanan.

3. Teh Chamomile atau Daun Peppermint

Keduanya dikenal memiliki senyawa antispasmodik yang berfungsi mengurangi kram dan menenangkan sistem pencernaan.

Seduh satu kantong teh chamomile atau beberapa lembar daun peppermint dalam air panas. Minum saat masih hangat untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

Jika tidak tersedia teh celup, daun mint segar yang sudah dicuci bersih juga bisa langsung dikunyah untuk meredakan mual.

4. Susu Putih Tawar

Susu putih tawar dapat membantu menetralkan zat berbahaya ringan yang masuk ke dalam tubuh. Kandungan proteinnya melapisi dinding lambung sehingga mengurangi iritasi dan rasa mual.

Namun, susu tidak disarankan jika penyebab keracunan berasal dari produk susu basi atau pada individu dengan intoleransi laktosa.

5. Yoghurt

Yoghurt mengandung probiotik alami yang berfungsi mengembalikan keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Dengan begitu, tubuh dapat melawan bakteri jahat penyebab keracunan makanan.

Namun, pastikan yoghurt hanya dikonsumsi oleh individu yang tidak memiliki alergi terhadap susu atau intoleransi laktosa agar aman dikonsumsi.

6. Pisang

Buah pisang sangat direkomendasikan bagi tubuh yang sedang lemah akibat kehilangan cairan dan elektrolit.

Kandungan kalium, magnesium, serta serat di dalamnya membantu memperkuat sistem pencernaan dan memulihkan energi.

Selain itu, pisang juga mudah dicerna dan menenangkan lambung yang sensitif.

7. Madu dan Air Hangat

Madu memiliki sifat antibakteri dan antioksidan alami yang dapat membantu mempercepat pemulihan tubuh.

Campurkan satu sendok makan madu ke dalam segelas air hangat dan minum secara perlahan.

Kombinasi ini dapat membantu menenangkan perut, meningkatkan energi, serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.

Jangan Sepelekan Gejala Keracunan

Meskipun bahan alami dapat membantu meredakan gejala ringan, penderita tetap harus memperhatikan asupan cairan dan istirahat yang cukup.

Jika gejala seperti muntah terus-menerus, demam tinggi, atau diare berat terjadi lebih dari dua hari, sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis.

Menjaga kebersihan makanan dan alat masak menjadi langkah pencegahan utama agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagi warga Trenggalek, hal ini penting diperhatikan, terutama saat mengolah makanan untuk acara keluarga atau hajatan.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kesehatan #air kelapa #Membantu #trenggalek #keracunan #meredakan