Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Lemas, Tidak Mau Makan, dan Diare di Rumah

Khoinatul fitriyah • Kamis, 16 Oktober 2025 | 05:15 WIB
Kucing lemas, tidak mau makan, dan diare bisa menjadi tanda sakit. Kenali penyebab dan cara mengatasinya di rumah agar kucing cepat pulih.
Kucing lemas, tidak mau makan, dan diare bisa menjadi tanda sakit. Kenali penyebab dan cara mengatasinya di rumah agar kucing cepat pulih.

TRENGGALEK - Kucing merupakan hewan peliharaan yang banyak digemari karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

Namun, di balik sifatnya yang aktif dan ceria, kucing juga bisa mengalami gangguan kesehatan yang membuat tubuhnya menjadi lemas, tidak mau makan, dan bahkan disertai diare.

Kondisi ini sering kali membuat pemilik merasa cemas, apalagi jika terjadi secara mendadak.

Gangguan tersebut tidak boleh dianggap sepele, sebab bisa menjadi tanda bahwa sistem pencernaan atau organ tubuh kucing sedang bermasalah.

Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah kondisi semakin memburuk.

Penyebab Kucing Lemas, Tidak Mau Makan, dan Diare

Ada beberapa penyebab umum yang membuat kucing kehilangan energi dan mengalami gangguan pencernaan. Berikut penjelasannya:

1. Makanan yang Tidak Cocok

Perubahan jenis makanan secara tiba-tiba atau konsumsi makanan yang basi dapat mengganggu pencernaan kucing. Hal ini menyebabkan perut kembung, muntah, dan diare.

2. Infeksi Bakteri dan Virus

Kucing dapat tertular penyakit akibat infeksi bakteri atau virus, terutama jika tidak divaksin secara rutin. Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah feline panleukopenia, yang menyebabkan demam, muntah, dan tubuh menjadi lemas.

3. Cacingan atau Parasit Usus

Parasit dalam saluran pencernaan dapat menyerap nutrisi yang seharusnya dibutuhkan tubuh kucing. Akibatnya, kucing menjadi kurus, lemah, dan sering buang air besar cair.

4. Dehidrasi

Kehilangan banyak cairan akibat diare dapat membuat tubuh kucing kekurangan elektrolit. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan nyawa kucing.

5. Stres atau Perubahan Lingkungan

Kucing yang stres karena pindah rumah, suara keras, atau kehadiran hewan baru bisa mengalami gangguan pencernaan. Nafsu makan menurun dan aktivitasnya berkurang.

Jenis Penyakit yang Sering Dialami Kucing

Beberapa penyakit berikut ini umum menyerang kucing, terutama yang jarang diperiksa ke dokter atau tidak mendapatkan vaksinasi lengkap.

1. Flu Kucing (Feline Herpesvirus dan Calicivirus)

Penyakit ini menyebabkan kucing bersin, hidung berair, dan kehilangan selera makan. Meskipun tergolong ringan, kucing tetap memerlukan perawatan agar tidak menular ke kucing lain.

2. Cacingan

Cacingan dapat membuat kucing tampak lesu, bulu kusam, dan perut membuncit. Pemberian obat cacing secara berkala setiap tiga bulan dapat membantu mencegah infeksi parasit.

3. Infeksi Saluran Pencernaan

Infeksi ini biasanya disebabkan oleh makanan kotor atau air minum yang terkontaminasi. Gejalanya berupa muntah, diare, dan perut terasa sakit saat disentuh.

4. Feline Panleukopenia (Distemper Kucing)

Termasuk penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus. Gejalanya meliputi demam tinggi, muntah, dan kucing menolak makan. Penyakit ini membutuhkan penanganan dokter hewan dengan cepat.

5. Gangguan Pencernaan Akibat Makanan Asing

Kucing terkadang menjilat atau menelan benda asing seperti plastik, tali, atau rambut. Hal ini dapat menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan lemas serta kehilangan nafsu makan.

Cara Pengobatan di Rumah

Jika kucing masih aktif dan gejalanya ringan, beberapa langkah perawatan rumahan dapat membantu mempercepat pemulihan:

1. Pastikan Kucing Tidak Dehidrasi

Berikan air putih bersih setiap saat. Jika kucing enggan minum, bisa diberikan cairan elektrolit hewan dalam takaran kecil menggunakan pipet atau sendok kecil.

2. Sajikan Makanan Lembut dan Mudah Dicerna

Makanan seperti bubur kucing, nasi lembek dengan ikan rebus tanpa bumbu, atau makanan basah kemasan bisa membantu memulihkan selera makan.

3. Jaga Kebersihan Lingkungan

Bersihkan kandang, tempat makan, dan litter box setiap hari agar kucing tidak terpapar bakteri penyebab diare.

4. Berikan Obat Cacing dan Vitamin Khusus Kucing

Obat cacing bisa dibeli di toko hewan. Selain itu, pemberian vitamin penambah nafsu makan juga membantu kucing mendapatkan energi kembali.

5. Sediakan Tempat yang Tenang untuk Istirahat

Kucing yang sakit membutuhkan lingkungan tenang agar tidak stres. Hindari suara keras dan pastikan suhu ruangan nyaman.

Tanda-Tanda Kucing Perlu Dibawa ke Dokter

Jika kucing mengalami salah satu kondisi di bawah ini, segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan medis:

Tidak mau makan selama lebih dari dua hari.

Diare tidak berhenti lebih dari dua hari.

Muntah terus-menerus.

Tubuh gemetar atau tidak bisa berdiri.

Mata dan gusi tampak pucat.

Cara Mencegah Kucing Sakit

1. Berikan makanan berkualitas dan sesuai usia kucing.

2. Sediakan air bersih setiap hari.

3. Lakukan vaksinasi dan obat cacing secara rutin.

4. Hindari memberi makanan manusia seperti ikan asin atau makanan berminyak.

5. Perhatikan kebersihan lingkungan dan alat makan kucing.

 

 

Presiden Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono (bawah tengah) foto bersama peraih medali cabor gulat.
Presiden Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono (bawah tengah) foto bersama peraih medali cabor gulat.
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #kucing sakit