TRENGGALEK – Ngemil es batu sering dianggap kebiasaan yang sepele dan tidak berbahaya.
Banyak orang merasa senang mengunyah es batu karena sensasi dingin dan segarnya, terutama saat cuaca panas.
Namun di balik kesegarannya, ternyata kebiasaan ngemil es batu menyimpan berbagai risiko kesehatan yang patut diwaspadai.
Mengapa Banyak Orang Suka Ngemil Es Batu
1. Sensasi segar di mulut – Es batu memberikan rasa dingin yang menenangkan, terutama saat cuaca panas seperti di Trenggalek.
2. Kebiasaan menenangkan diri – Mengunyah sesuatu terkadang menjadi cara seseorang mengalihkan stres atau kebosanan.
3. Kekurangan zat besi (anemia) – Dalam dunia medis, kebiasaan mengunyah benda tak lazim seperti es batu disebut pica.
Salah satu penyebabnya adalah kekurangan zat besi dalam tubuh.
4. Mulut kering atau haus berlebihan – Kondisi dehidrasi ringan bisa membuat seseorang sering ingin mengunyah es batu.
Bahaya Ngemil Es Batu untuk Kesehatan Gigi dan Mulut
1. Gigi Mudah Retak dan Patah
Tekstur es batu yang keras dapat menyebabkan gigi retak bahkan patah, terutama jika dikunyah dengan kuat.
Retakan kecil pada gigi mungkin tidak langsung terasa, tetapi lama-kelamaan dapat menyebabkan nyeri dan membuat gigi rapuh.
2. Enamel Gigi Terkikis
Enamel adalah lapisan pelindung luar gigi.
Jika enamel rusak akibat benturan berulang dari mengunyah es, gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu dingin atau panas dan mudah berlubang.
3. Risiko Luka pada Gusi dan Lidah
Potongan es batu yang tajam bisa melukai bagian dalam mulut, seperti gusi dan lidah.
Luka kecil ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang berpotensi menimbulkan infeksi atau radang.
Bahaya Ngemil Es Batu bagi Pencernaan
1. Es Batu Bisa Mengandung Kuman dan Bakteri
Tidak semua es batu dibuat dari air matang.
Jika air yang digunakan tidak bersih atau wadah pembekuannya tidak higienis, es batu bisa menjadi sarang bakteri seperti E.
Coli dan Salmonella.
Jika tertelan, bakteri ini bisa menyebabkan sakit perut, mual, atau diare.
2. Dapat Menyebabkan Kram dan Perut Kembung
Suhu es yang sangat dingin bisa memicu kontraksi mendadak di lambung, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif.
Akibatnya, perut terasa kembung, nyeri, atau tidak nyaman.
3. Menurunkan Suhu Tubuh
Konsumsi es dalam jumlah banyak dapat menurunkan suhu tubuh secara tiba-tiba, yang bisa menyebabkan tubuh menggigil, bibir pucat, atau rasa lemas.
Kaitan Ngemil Es Batu dengan Anemia
Salah satu penyebab umum seseorang gemar mengunyah es batu adalah anemia defisiensi zat besi.
Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa penderita anemia sering kali memiliki kebiasaan pica, yaitu keinginan mengonsumsi benda yang tidak biasa seperti tanah, sabun, atau es batu.
Tubuh yang kekurangan zat besi akan mengalami gangguan dalam pembentukan sel darah merah.
Akibatnya, tubuh merasa lemas, pusing, dan secara tidak sadar mencari cara untuk merasa “segar”, salah satunya dengan mengunyah es batu.
Jika hal ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan medis dan penuhi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi seperti daging merah, bayam, hati ayam, dan kacang-kacangan.
Cara Menghentikan Kebiasaan Ngemil Es Batu
1. Perbanyak minum air putih, agar tidak merasa haus atau mulut kering.
2. Konsumsi makanan kaya zat besi, seperti sayuran hijau dan daging tanpa lemak.
3. Alihkan kebiasaan mengunyah dengan mengonsumsi camilan sehat seperti buah potong dingin.
4. Kunjungi dokter gigi jika sudah muncul tanda-tanda kerusakan gigi atau nyeri saat makan.
5. Konsultasi dengan dokter umum, terutama jika kebiasaan ini disertai rasa lemas, pusing, atau gejala anemia lainnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah