TRENGGALEK - Miom merupakan salah satu penyakit yang sering dialami perempuan, terutama pada usia produktif.
Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan fibroid atau leiomioma, yaitu benjolan yang tumbuh di dinding rahim akibat pertumbuhan sel otot yang tidak normal.
Nama lain dari miom adalah fibroid rahim atau leiomioma uteri.
Dalam istilah medis, miom merupakan pertumbuhan jaringan otot halus pada dinding rahim yang bersifat nonkanker (jinak).
Walaupun bersifat jinak, miom dapat menimbulkan gejala yang mengganggu bahkan berisiko menghambat kehamilan.
Pada tahap awal, miom sering tidak menimbulkan keluhan yang berarti, sehingga banyak perempuan tidak menyadari keberadaannya.
Namun, bila ukurannya membesar, penderita dapat mengalami tekanan di perut bawah, nyeri hebat saat menstruasi, hingga perdarahan berlebihan.
Penyebab dan Faktor Risiko Miom
Penyebab pasti timbulnya miom belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor diyakini dapat meningkatkan risikonya, di antaranya:
1. Ketidakseimbangan hormon.
Kelebihan hormon estrogen dan progesteron dapat memicu pertumbuhan jaringan otot di rahim.
2. Faktor genetik.
Jika ada riwayat keluarga yang mengalami miom, kemungkinan untuk mengalaminya juga meningkat.
3. Kelebihan berat badan.
Lemak berlebih dalam tubuh dapat memicu peningkatan hormon estrogen yang mempercepat pertumbuhan miom.
4. Pola hidup tidak sehat.
Kurang olahraga, stres, dan konsumsi makanan tinggi lemak hewani dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.
Gejala yang Umum Dialami Penderita Miom
Tanda-tanda miom bisa berbeda pada setiap perempuan, tergantung ukuran dan letaknya.
Beberapa gejala yang umum antara lain:
Nyeri di perut bagian bawah.
Perut terasa membesar atau buncit tanpa sebab.
Menstruasi tidak teratur atau perdarahan berlebihan.
Nyeri saat berhubungan intim.
Sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih.
Sembelit atau rasa tertekan di area panggul.
Jika gejala-gejala tersebut mulai dirasakan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Efek Samping dan Komplikasi Akibat Miom
Walau tergolong kanker jinak, miom yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti:
1. Anemia.
Pendarahan berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh kekurangan darah dan mudah lemas.
2. Gangguan kesuburan.
Miom yang tumbuh di dalam rahim bisa mengganggu proses pembuahan atau menempelkan embrio.
3. Nyeri kronis.
Ukuran miom yang besar dapat menekan organ di sekitarnya dan menimbulkan rasa nyeri di panggul atau punggung bawah.
4. Gangguan kehamilan.
Pada ibu hamil, miom bisa meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.
5. Perut tampak membesar.
Beberapa kasus miom berukuran besar membuat perut terlihat seperti sedang hamil, meski sebenarnya tidak.
Saran Makanan yang Baik untuk Penderita Miom
Makanan berperan penting dalam membantu mengendalikan pertumbuhan miom.
Berikut beberapa jenis makanan yang disarankan:
1. Sayur dan buah kaya serat.
Seperti brokoli, bayam, apel, pepaya, dan pir.
Serat membantu menyeimbangkan kadar hormon dan melancarkan pencernaan.
2. Makanan tinggi antioksidan.
Buah beri, tomat, dan wortel mengandung antioksidan tinggi yang melindungi sel dari kerusakan dan peradangan.
3. Ikan berlemak sehat.
Ikan salmon, tuna, dan sarden mengandung omega 3 yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga keseimbangan hormon.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian.
Seperti almond, chia seed, dan biji rami yang kaya serat dan lemak sehat untuk menjaga metabolisme tubuh.
5. Air putih yang cukup.
Mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup setiap hari membantu melancarkan metabolisme dan mencegah penumpukan racun.
Selain itu, penderita miom disarankan menghindari daging merah, makanan olahan, kafein berlebihan, dan minuman bersoda karena dapat memicu peningkatan hormon estrogen.
Baca Juga: FLO Period & Cycles Tracker untuk Kesehatan Wanita
Pengobatan Tradisional Alami untuk Miom
Selain pengobatan medis, ada beberapa bahan alami yang dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan miom jika dikonsumsi secara rutin dan dengan takaran yang tepat.
1. Kunyit.
Mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan mampu menekan pertumbuhan sel abnormal pada rahim.
Kunyit bisa dikonsumsi dengan cara direbus atau dijadikan campuran jamu.
2. Daun sirih merah.
Dikenal memiliki sifat antiseptik dan mampu membantu membersihkan area rahim dari peradangan.
Rebus beberapa lembar daun sirih dan minum airnya secara teratur.
3. Tapak liman.
Tanaman herbal ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional Jawa untuk mengatasi gangguan rahim.
Air rebusan tapak liman dipercaya dapat memperbaiki keseimbangan hormon dan melancarkan haid.
4. Temulawak.
Kandungan antioksidannya tinggi dan dapat membantu melancarkan aliran darah serta mengurangi peradangan di jaringan rahim.
5. Daun sambiloto.
Rasanya memang pahit, namun sambiloto memiliki senyawa aktif yang dapat menekan pertumbuhan sel abnormal dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
Walaupun bahan-bahan alami tersebut banyak digunakan secara turun-temurun, sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter agar tidak mengganggu pengobatan medis yang sedang dijalani.
Estimasi Biaya Pengobatan Miom di Indonesia
Biaya pengobatan miom sangat bervariasi, tergantung dari metode yang dipilih, fasilitas rumah sakit, dan penggunaan asuransi kesehatan.
Operasi miom di beberapa kota mulai dari Rp 3,6 juta untuk pasien umum.
Rumah Sakit Gading Pluit (Jakarta): biaya operasi kelas eksekutif mencapai Rp 30 juta, sedangkan kelas III sekitar Rp 15 juta.
Prosedur embolisasi arteri uterina berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 35 juta.
Prosedur laparoskopi kandungan dimulai dari Rp 18 juta hingga Rp 36 juta tergantung tingkat kesulitan.
Pasien dengan BPJS Kesehatan dapat menjalani operasi miom secara gratis apabila memenuhi syarat rujukan dan administrasi.
Di beberapa rumah sakit daerah, termasuk wilayah Trenggalek dan sekitarnya, layanan operasi miom kini sudah dapat diakses melalui BPJS tanpa biaya tambahan.
Hal ini tentu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan cepat dengan jaminan kesehatan yang terjangkau.
Cara Mengatasi Miom Secara Medis
Tindakan pengobatan miom disesuaikan dengan ukuran dan keluhan yang dirasakan.
Beberapa metode yang umum dilakukan antara lain:
1. Obat-obatan hormonal.
Dokter dapat memberikan obat untuk menekan produksi hormon estrogen sehingga miom dapat mengecil.
2. Terapi non-bedah.
Embolisasi arteri uterina bisa dilakukan untuk menghambat pasokan darah ke miom agar ukurannya berkurang.
3. Operasi miomektomi.
Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat miom tanpa mengangkat rahim, cocok bagi perempuan yang masih ingin memiliki anak.
4. Histerektomi.
Pengangkatan rahim secara menyeluruh dilakukan jika miom sudah terlalu besar atau tumbuh berulang.
Langkah Pencegahan Miom Secara Alami
Miom dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:
Menjaga berat badan ideal.
Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
Mengurangi stres serta tidur cukup.
Melakukan pemeriksaan kesehatan rahim secara berkala.
Editor : Didin Cahya Firmansyah