TRENGGALEK - Tokek merupakan reptil dari keluarga Gekkonidae yang mudah dijumpai di sekitar rumah, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.
Suara khasnya yang berbunyi “tokekk… tokekk…” sering kali membuat orang terkejut, bahkan sebagian masyarakat menganggapnya sebagai pertanda tertentu mulai dari kedatangan tamu hingga tanda keberuntungan.
Namun di balik berbagai mitos yang berkembang, tokek ternyata menyimpan potensi besar dalam bidang pengobatan tradisional.
Di sejumlah daerah Asia, seperti Tiongkok, Korea, dan Indonesia, tokek sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan herbal alami untuk menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan penyakit tertentu.
Asal-usul Penggunaan Tokek dalam Pengobatan Tradisional Asia
Dalam sejarah pengobatan tradisional Tiongkok atau Traditional Chinese Medicine (TCM), tokek dikenal dengan nama Ge Jie.
Hewan ini dipercaya mampu memperkuat paru-paru, meningkatkan energi vital (Qi), serta membantu menambah daya tahan tubuh.
Biasanya, tokek dikeringkan, dipotong kecil, dan direbus bersama bahan herbal lain seperti madu, ginseng, dan akar-akaran.
Tradisi ini kemudian menyebar ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Masyarakat di beberapa daerah, khususnya di pedesaan, percaya bahwa tokek dapat membantu mengatasi gangguan pernapasan, menambah stamina, bahkan membantu penyembuhan penyakit berat seperti TBC.
Kandungan Tokek dan Potensinya bagi Kesehatan
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa daging tokek mengandung zat alami yang berpotensi bermanfaat bagi tubuh manusia, antara lain:
1. Protein tinggi membantu regenerasi sel tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.
2. Asam amino esensial menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
3. Zat bioaktif alami berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi alami.
4. Mineral alami membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Kandungan tersebut membuat tokek banyak digunakan dalam berbagai bentuk olahan tradisional, baik untuk pemulihan setelah sakit maupun menjaga kebugaran tubuh.
Manfaat Tokek bagi Kesehatan Tubuh Manusia
Secara tradisional, tokek dipercaya mampu membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Berikut beberapa manfaatnya yang paling sering disebut:
1. Meringankan asma dan gangguan pernapasan
Tokek diyakini dapat membantu melegakan saluran pernapasan, sehingga sering dijadikan bahan utama dalam ramuan herbal bagi penderita asma dan sesak napas.
2. Mengurangi batuk kronis dan TBC (tuberkulosis)
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, tokek kering sering dijadikan obat untuk membantu meringankan batuk berkepanjangan dan mempercepat pemulihan penderita TBC.
3. Menambah stamina dan vitalitas pria
Banyak masyarakat percaya bahwa tokek dapat meningkatkan gairah dan kekuatan tubuh, terutama pada pria dewasa.
Hal ini dikaitkan dengan kandungan protein dan asam amino yang tinggi dalam tubuh tokek.
4. Membantu pemulihan setelah sakit berat
Daging tokek dipercaya dapat membantu tubuh pulih lebih cepat setelah masa sakit, terutama bagi mereka yang mengalami penurunan berat badan akibat penyakit.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
Tokek dianggap memiliki efek menguatkan imun dan menjaga tubuh tetap bugar, terutama pada orang yang mudah lelah atau sering terkena flu.
6. Membantu penyembuhan luka dan gangguan kulit ringan
Dalam pengobatan tradisional, tokek kadang digunakan secara eksternal untuk membantu mempercepat penyembuhan luka.
Cara Tradisional Mengonsumsi Tokek
Tokek bisa diolah dalam berbagai cara, tergantung tujuan pengobatan dan kebiasaan masyarakat setempat.
Berikut beberapa cara umum yang sering digunakan:
1. Tokek kering (disangrai atau dijemur)
Tokek dibersihkan, dijemur hingga kering, kemudian disangrai dan digiling menjadi serbuk.
Serbuk ini bisa dicampur dengan madu atau ramuan herbal lain.
2. Rebusan tokek dengan rempah alami
Daging tokek direbus bersama jahe, madu, dan akar-akaran untuk diminum air rebusannya.
Ramuan ini dipercaya dapat menguatkan sistem pernapasan dan meningkatkan stamina.
3. Kapsul herbal tokek
Di beberapa negara, tokek dikeringkan dan diolah menjadi serbuk yang dimasukkan ke dalam kapsul agar lebih praktis dikonsumsi.
4. Campuran ramuan tradisional
Dalam pengobatan Tiongkok, bubuk tokek sering dicampurkan dengan bahan herbal seperti ginseng, goji berry, dan madu untuk meningkatkan khasiatnya.
Efek Samping Jika Mengonsumsi Tokek Secara Berlebihan
Walau tokek dipercaya memiliki khasiat, mengonsumsinya secara berlebihan atau tanpa pengolahan yang benar dapat menimbulkan efek samping, seperti:
Gangguan pencernaan karena bakteri atau parasit yang mungkin masih ada pada tubuh tokek.
Alergi kulit dan gatal bagi orang yang sensitif terhadap protein hewani tertentu.
Infeksi bakteri jika tokek dikonsumsi dalam kondisi mentah atau tidak dimasak sempurna.
Keracunan ringan apabila pengolahan tidak higienis atau tercemar bahan kimia.
Maka dari itu, sangat penting untuk memastikan tokek diolah dengan cara yang benar, serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal berlisensi sebelum mencoba pengobatan ini.
Fakta Ilmiah dan Pandangan Medis Modern
Meski banyak masyarakat percaya akan khasiatnya, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa tokek dapat menyembuhkan penyakit tertentu.
Penelitian yang ada masih bersifat terbatas dan belum membuktikan keamanan serta efektivitasnya secara klinis.
Menurut pandangan medis, manfaat tokek yang sering disebut kemungkinan berasal dari kandungan protein dan asam amino yang membantu daya tahan tubuh, bukan dari zat khusus yang bersifat penyembuh.
Oleh sebab itu, penggunaan tokek sebaiknya hanya sebagai pendukung dan bukan pengganti pengobatan medis yang sudah teruji.
Harga Tokek di Pasaran
Selain dikenal karena khasiatnya, tokek juga sempat menjadi perbincangan karena harganya yang fantastis.
Beberapa tahun lalu, sempat beredar kabar bahwa tokek dengan ukuran besar atau berat lebih dari 3 ons bisa dihargai jutaan hingga ratusan juta rupiah, bahkan disebut-sebut mampu menembus miliaran.
Namun faktanya, harga tokek di pasaran tidak setinggi itu. Saat ini, harga tokek kering atau yang siap olah untuk pengobatan tradisional berkisar antara Rp50.000 hingga Rp300.000 per ekor, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Kabar tentang tokek bernilai miliaran rupiah umumnya hanyalah mitos yang tidak terbukti.
Editor : Didin Cahya Firmansyah