Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo: 43 Juta Warga Telah Nikmati Cek Kesehatan Gratis

Khoinatul fitriyah • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:50 WIB
Sebanyak 43 juta warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan nasional.
Sebanyak 43 juta warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan nasional.

 

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 43 juta warga sudah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai pada awal tahun 2025 ini. Program ini bersejarah bagi Indonesia karena baru diselenggarakan di era kepemimpinannya.

“(Sebanyak) 43 juta orang sudah menggunakan program Cek Kesehatan Gratis. Ini saya kira program pertama kali juga di sejarah republik kita, setiap warga negara berhak cek kesehatan gratis sekali dalam setahun pada hari ulang tahun,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Presiden Prabowo menjelaskan lewat program CKG, pemerintah berharap warga bisa mendeteksi penyakit lebih dini, sehingga segera diobati. Ia pun mendapatkan laporan salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui yaitu gigi.

“Walaupun ini juga membuat suatu PR yang sangat besar bagi kita, karena ternyata hasil cek kesehatan gratis ini sebagian besar rakyat kita punya masalah di gigi,” jelas Presiden Prabowo.

Berkaitan dengan itu, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia harus lebih banyak menghasilkan dokter gigi.

Menurut Presiden Prabowo, ini jadi tugas besar yang harus segera diselesaikan karena secara umum Indonesia kekurangan dokter umum dan dokter spesialis.

“Kita tahu dokter umum saja kita kekurangan, kekurangan kita sangat besar. Kalau tidak salah kekurangan kita di atas 140 ribu dokter. Kita juga kekurangan spesialis,” ujar Presiden Prabowo.

“Ini PR dan ini tidak hanya kita. Hampir semua negara yang saya kunjungi, saya minta pendapat pemerintah-pemerintah, hampir semuanya menganggap bahwa mereka kurang dokter,” tambahnya.

Presiden Prabowo memaparkan negara kaya, seperti Inggris bisa merekrut dokter dari negara-negara lain dengan bayaran mahal untuk menutupi kekurangan mereka. Hal ini tidak mungkin dilakukan pemerintah Indonesia.

Karena itu, lanjut Presiden Prabowo, kebijakan pendidikan nasional harus disesuaikan lagi. Salah satunya dengan menambah fakultas kedokteran di berbagai universitas.

Baca Juga: Pelukan Persahabatan Presiden Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia

“Kebijakan pendidikan kita harus kita sesuaikan. Berarti kita harus menambah fakultas-fakultas kedokteran. Dan fakultas kedokteran yang ada pun harus ditambah jumlah mahasiswanya,” kata Presiden Prabowo.

“Dan ini kalau perlu kita tambah biasiswa. Mungkin LPDP prioritasnya antara lain yang paling atas adalah untuk kedokteran,” ucapnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Cek Kesehatan Gratis 2025 #jakarta #trenggalek #Presiden Prabowo