Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Waspada! Kenali Gejala Mata Minus pada Anak Sebelum Terlambat.

Eka Putri Wahyuni • Jumat, 24 Oktober 2025 | 04:25 WIB
Mata minus pada anak sering tidak disadari karena gejalanya tampak sepele
Mata minus pada anak sering tidak disadari karena gejalanya tampak sepele

TRENGGALEK –Mata minus atau miopia merupakan gangguan penglihatan yang umum terjadi pada anak-anak, terutama di usia sekolah dasar hingga remaja.

Kondisi ini menyebabkan anak sulit melihat objek jauh seperti papan tulis, namun tetap jelas melihat objek dekat.

Menurut Cleveland Clinic, miopia terjadi karena bola mata memanjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya.

Akibatnya, penglihatan jarak jauh menjadi kabur.

Masalah ini bisa berdampak besar pada prestasi belajar, konsentrasi, bahkan kepercayaan diri anak. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda dan penyebabnya sedini mungkin.

Berikut 10 ciri-ciri mata minus pada anak yang umum ditemukan dan perlu diwaspadai : 

1. Anak sering menyipitkan mata saat melihat jauh.

Ini merupakan tanda paling umum.

Anak berusaha memperjelas bayangan yang kabur dengan menyempitkan bukaan mata, agar cahaya yang masuk lebih terfokus.

2. Sering duduk terlalu dekat dengan layar TV, gadget, atau papan tulis.

Anak yang mengalami kesulitan melihat dari jauh cenderung mencari posisi paling dekat dengan objek agar lebih jelas terlihat.

3. Mata cepat lelah atau terasa tegang.

Setelah membaca atau menonton, anak mungkin mengeluh matanya pegal atau berair.

Ini karena otot mata bekerja ekstra untuk menyesuaikan fokus.

4. Mengucek mata terlalu sering.

Tindakan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan reaksi alami anak untuk mencoba memperjelas penglihatan yang kabur atau terasa tidak nyaman.

5. Sering mengeluh sakit kepala, terutama di dahi atau pelipis.

Ketika mata dipaksa fokus pada objek jauh dalam waktu lama, otot sekitar mata bisa menegang dan menyebabkan sakit kepala.

6. Memiringkan kepala atau menutup satu mata saat melihat sesuatu.

Ini adalah cara tubuh beradaptasi untuk mendapatkan penglihatan yang lebih tajam dari satu sisi mata yang lebih kuat.

7. Prestasi belajar menurun tanpa alasan jelas.

Anak yang tidak dapat melihat papan tulis dengan baik cenderung kesulitan mengikuti pelajaran dan kehilangan semangat belajar.

8. Mengeluh tulisan di papan tulis tampak buram.

Ini salah satu tanda paling langsung bahwa anak perlu segera diperiksa ke dokter mata.

9. Sensitif terhadap cahaya atau sering menyipit di bawah sinar matahari.

Beberapa anak dengan miopia memiliki sensitivitas cahaya berlebih.

10. Menolak aktivitas yang memerlukan penglihatan jauh.

Misalnya, enggan bermain bola, menonton bioskop, atau menghindari posisi duduk di belakang kelas karena penglihatan tidak nyaman.

8 Penyebab dan Faktor Risiko Mata Minus pada Anak

Penyebab mata minus bukan hanya karena kebiasaan menatap layar, tapi juga melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup.

Berikut beberapa penyebab yang perlu diperhatikan:

1. Faktor keturunan (genetik).

Anak dengan salah satu atau kedua orang tua yang memiliki miopia berisiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Menurut penelitian yang dikutip dari Haibunda.com, peluangnya bisa mencapai 40-60 persen.

2. Kebiasaan membaca terlalu dekat.

Jarak baca ideal adalah sekitar 30 cm.

Membaca atau menulis terlalu dekat membuat mata bekerja ekstra dan bisa memicu stres visual.

3. Penggunaan gadget berlebihan.

Terlalu lama menatap layar ponsel atau tablet tanpa jeda menyebabkan otot mata tegang dan berkontribusi terhadap perkembangan miopia, terutama jika dilakukan di ruang dengan pencahayaan redup.

4. Kurangnya aktivitas di luar ruangan.

Paparan cahaya alami membantu mengatur pertumbuhan bola mata. Anak yang jarang bermain di luar lebih berisiko mengalami mata minus dibanding yang sering terkena sinar matahari.

5. Pencahayaan ruangan yang buruk saat belajar.

Membaca di tempat gelap atau dengan lampu terlalu redup dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus, sehingga mempercepat kelelahan mata.

6. Kelelahan mata akibat aktivitas visual

Misalnya menatap layar komputer, menggambar detail kecil, atau menulis lama tanpa istirahat.

7. Nutrisi mata yang kurang.

Kekurangan vitamin A, C, dan E serta zat antioksidan dapat memengaruhi kesehatan retina dan lensa mata anak.

8. Postur tubuh yang salah saat belajar.

Duduk terlalu membungkuk atau posisi wajah terlalu dekat dengan buku juga bisa meningkatkan risiko stres visual yang menyebabkan miopia.

Mata minus pada anak tidak boleh diabaikan.

Deteksi dini, perhatian terhadap tanda-tanda kecil, serta kebiasaan visual yang sehat sangat penting untuk mencegah perburukan.

Jika anak mulai sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar, atau mengeluh penglihatan kabur, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang penglihatan anak tetap optimal.

 

MULAI BEROPERASI: Wabup Sampang Ahmad Mahfudz mengecek kondisi dapur SPPG Tanggumong 003 usai di-launching Kamis (23/10). (ANIS BILLAH/JPRM)
MULAI BEROPERASI: Wabup Sampang Ahmad Mahfudz mengecek kondisi dapur SPPG Tanggumong 003 usai di-launching Kamis (23/10). (ANIS BILLAH/JPRM)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#mata minus #trenggalek