Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Meski Tren Kasus ISPA di Trenggalek Menurun, Dua Kelompok Tetap Paling Rentang Terserang, Kini Ada Perbedaan Pasca Covid-19

Fatra Aditya • Selasa, 4 November 2025 | 13:00 WIB
Biar cepat pulih dari batuk pilek, jaga tubuh tetap hangat, perbanyak istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi
Biar cepat pulih dari batuk pilek, jaga tubuh tetap hangat, perbanyak istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi

TRENGGALEK – Tren penyakit infeksi pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Trenggalek kini menunjukkan penurunan.

Meskipun demikian, tren lonjakan ISPA di Trenggalek tersebut memang terjadi di bulan-bulan sebelum November 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Trenggalek, dr Murti Rukiyandari, Senin (31/11/2025).

Dia menyebut bahwa terdapat lonjokan pasien dengan gejala-gejala ISPA.

“Yang kemarin itu malah di bulan-bulan sebelumnya memang trennya untuk penderita kasus panas tinggi, flu, yang nyeri seluruh tubuh dan lain sebagainya itu cukup terasa ya,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Puskesmas Trenggalek, lonjakan tersebut terjadi di minggu 32 tahun 2025 dengan 57 kasus.

Menurut dr Murti, gejala ISPA pasca pendemi Covid-19 berbeda gejala ISPA sebelumnya.

Jika dulu umumnya ditandai gejala flu ringan, kini pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Cuma, ISPA-ISPA atau flu-flu zaman sekarang yang terakhir-akhir ini sepertinya lebih dari itu sehingga perlu bantuan untuk pengobatan.” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ISPA merupakan penyakit yang menular lewat airbone (udara) dan dapat menyerang segala usia.

Namun, kelompok usia balita dan lansia menjadi kelompok usia yang paling rentan dengan ISPA.

“Balita, utamanya balita di bawah 2 tahun. Dan juga lansia yang memang kondisinya lansia itu untuk recovery-nya juga kurang, tapi secara program untuk pengelolaan atau namanya program ISPA itu lebih menyasar ke kelompok usia balita,” tandasnya.

Baca Juga: Siswa di Trenggalek Ikuti TKA 2025, Wujudkan Kompetensi Secara Jujur dan Bersemangat

Meskipun ISPA rentan kepada segala umuur, ISPA sebenarnya dapat dicegah dengan tindakan-tindakan prenventif.

Salah satu tindakan preventif dalam pencegahan ISPA adalah dengan memakai masker.

Sekalipun kini sudah tidak lagi dalam masa pandemi, dirinya mengimbau pada masyarakat Trenggalek untuk menggunakan masker khususnya, untuk yang merasa sedang mengalami flu.

“Semua menyadari karena ini sudah tidak pandemi, tidak semuanya wajib pakai masker. Tetapi harusnya semua yang merasa dirinya mengalami gejala flu itu harusnya dengan sadar diri menggunakan masker,” terangnya.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian, Puskesmas Trenggalek mempunyai Tim Tanggap Cepat (TGC) yang bertugas untuk pemantauan, penanganan dan tindak lanjut terhadap kasus-kasus yang tinggi risiko penyebarannya terhadap masyarakat. (tra)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#ispa #gejala #covid 19 #trenggalek