TRENGGALEK – Sendawa memang wajar terjadi setelah makan atau minum.
Namun, jika sendawa terus-menerus tanpa henti, kondisi ini bisa menjadi pertanda ada gangguan pada lambung atau sistem pencernaan.
Tak sedikit orang menganggap sendawa hanya efek kekenyangan biasa.
Padahal, jika frekuensinya terlalu sering atau disertai keluhan lain seperti nyeri ulu hati, mual, atau dada terasa panas, Anda patut waspada.
Kondisi ini bisa jadi gejala penyakit asam lambung atau bahkan gastritis (maag).
Penyebab Sendawa Terus-Menerus
Sendawa adalah cara tubuh mengeluarkan gas berlebih dari lambung.
Tetapi jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ada kebiasaan atau penyakit tertentu yang memicunya.
Berikut beberapa penyebab umum yang perlu Anda tahu:
1. Menelan udara tanpa sadar
Kebiasaan makan terlalu cepat, berbicara sambil makan, mengunyah permen karet, atau merokok bisa membuat udara masuk ke perut.
Udara yang tertelan inilah yang keluar dalam bentuk sendawa.
Jika dilakukan terus-menerus, perut bisa terasa penuh dan tidak nyaman.
2. Konsumsi minuman bersoda
Minuman berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida tinggi.
Saat diminum, gas tersebut masuk ke lambung dan dikeluarkan lewat sendawa.
Tidak heran jika pecinta minuman bersoda lebih sering mengalami sendawa berlebihan.
3. Penyakit asam lambung (GERD)
GERD atau refluks asam lambung terjadi ketika cairan asam naik ke kerongkongan.
Gejalanya meliputi dada terasa panas, mulut terasa asam, hingga sendawa berlebih.
Jika tidak diobati, GERD bisa menurunkan nafsu makan dan kualitas hidup.
4. Gastritis atau maag
Sendawa terus-menerus juga bisa menjadi tanda gastritis, yaitu peradangan pada dinding lambung.
Gejalanya antara lain nyeri di ulu hati, mual, dan cepat kenyang meski makan sedikit.
Stres, pola makan tidak teratur, serta konsumsi obat tertentu bisa memperparah kondisi ini.
5. Intoleransi makanan
Sebagian orang tidak bisa mencerna zat tertentu, seperti laktosa (dalam susu) atau gluten (dalam gandum).
Akibatnya, gas berlebih terbentuk di saluran pencernaan dan menyebabkan sendawa yang sulit berhenti.
6. Stres dan kecemasan
Kondisi emosional yang tidak stabil ternyata juga berpengaruh pada lambung.
Saat stres, seseorang bisa menelan udara lebih banyak tanpa sadar.
Coba redakan stres dengan teknik pernapasan, yoga, atau olahraga ringan agar tubuh lebih rileks.
7. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat, seperti antasida, obat tekanan darah, dan penghambat asam lambung (PPI), bisa memicu sendawa sebagai efek samping.
Jika Anda mengalami hal ini setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan ke dokter untuk penyesuaian dosis.
Cara Mengatasi Sendawa Terus-Menerus
Jika keluhan sendawa terasa mengganggu, Anda bisa mencoba langkah sederhana berikut ini di rumah:
Makan dan minum perlahan.
Hindari terburu-buru agar udara tidak banyak tertelan.
Kurangi minuman bersoda.
Gas berlebih dari soda akan menambah tekanan di lambung.
Hindari permen karet dan rokok.
Kedua kebiasaan ini dapat meningkatkan udara yang masuk ke perut.
Batasi makanan penghasil gas.
Kol, brokoli, dan kacang-kacangan sering memicu kembung dan sendawa.
Kelola stres dengan baik.
Relaksasi, olahraga, atau tidur cukup bisa membantu menjaga keseimbangan pencernaan.
Jika dilakukan secara rutin, perubahan gaya hidup ini bisa membantu mengurangi frekuensi sendawa berlebih.
Namun, jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika sendawa disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, mual berat, muntah, atau penurunan berat badan tanpa sebab.
Kondisi tersebut bisa menandakan adanya gangguan serius pada lambung atau organ pencernaan lainnya.
Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter secara online melalui layanan chat bersama dokter untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang penyebab sendawa terus-menerus dan cara mengatasinya dengan aman.