TRENGGALEK - Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis pada bayi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
Dengan sifatnya yang irreversible atau permanen, anak yang mengalami stunting akan cenderung memiliki perawakan yang lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya bahkan ketika beranjak remaja ataupun dewasa, atau tinggi badan di bawah kurva standar WHO.
Keadaan ini akan berdampak pada kesehatan anak tersebut seperti gagal tumbuh, gangguan perkembangn kofnitif dan motorik serta berisiko terganggunya metabolik pada usia dewasa sehingga beresiko munculnya penyakit kronis dan penyakit tidak menular.
Proses terjadinya stunting dimulai dari sebelum konsepsi yaitu pada masa remaja dimana remaja yang mengalami anemia dan kekurangan zat gizi beresiko tinggi memiliki keturunan yang mengalami stunting.
Disinilah pentingnya memberikan edukasi maupun skrining pada remaja atau calon pengantin dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak.
Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja adalah kebiasaan remaja seperti diet ketat, tidak mau sarapan sebelum beraktivitas/sekolah dan suka makanan cepat saji, makanan ringan, sehingga kebutuhan nutrisi seimbang pada remaja tidak terpenuhi dan berisiko terjadinya anemia.
Selain itu remaja yang kurang mendapatkan edukasi tentang kesehatan termasuk tentang stunting menjadi permasalahan remaja yang yang harus ditangani.
Melihat permasalahan tersebut, maka akan dilakukan pengabdian kepada masyarakat pada remaja putri di SMA Negri 1 Karangan.
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam upaya pencegahan stunting pada anak.
Target luaran dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan, pemahaman remaja dalam pencegahan stunting.
Selain itu remaja memiliki ketrampilan dalam melakukan skrining status gizi remaja dengan menggunakan cakram gizi remaja.
Baca Juga: Tersangka Pemukulan Guru di Trenggalek Bakal Dijerat Pasal Berlapis, Tak hanya Penganiayaan
Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian edukasi kesehatan kepada remaja putri di SMA 1 Karangan meliputi edukasi PHBS, Gizi seimbang, kesehatan reproduksi remaja, stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting.
Setelah kegiatan edukasi maka dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan pada remaja putri meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, indeks masa tubuh, dan pengukuran kadar Hb.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga memberikan pelatihan tentang cara melakukan pemeriksaan status gizi remaja dengan menggunakan cakram gizi remaja. Jumlah seluruh peserta yang berpartisipasi sebanyak 45 orang.
Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Karangan diharapkan dapat memberikan manfaat pada remaja putri dalam upaya pencegahan stunting. Sehingga ikut berperan mensukseskan program pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan stunting tingkat nasional. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah