TRENGGALEK– Anak usia dini harus terus waspada mengenai kemungkinan terkena penyakit. Pasalnya, tren kasus gangguan ginjal pada usia muda mulai menunjukkan peningkatan termasuk di Trenggalek.
Sebab penyakit tersebut tak hanya menyerang orang dewasa, juga banyak ditemukan pada anak-anak di Trenggalek. Dari penyebabnya bisa dari berbagai kemungkinan, seperti penyakit bawaan sejak lahir, hingga pola hidup kurang sehat.
“Kasus ginjal itu sebenarnya bukan hanya terjadi pada orang dewasa ya mas, banyak kasus ginjal kita dapatkan pada anak-anak,” ujar dokter spesialis anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr Riza Maulina SpA.
Sejatinya sebagian kasus pada anak disebabkan oleh kelainan bawaan.
Ada anak yang terlahir hanya memiliki satu ginjal, atau mengalami gangguan pada saluran pembuangan urine sehingga rentan mengalami infeksi.
“Jadi pada pembuangan urinarinya itu ada masalah. Anatominya tidak seperti umumnya, sehingga memudahkan infeksi,” terangnya.
Selain faktor bawaan, pola hidup anak zaman sekarang juga memicu gangguan ginjal sejak dini.
Anak-anak disebut lebih sering mengonsumsi minuman berwarna dan jarang minum air putih.
“Glomeruli bisa kritis akibat pola makan atau minum yang kurang bagus. Banyak anak dari kecil sudah terbiasa minum minuman berwarna, sehingga kurang minum air putih,” jelasnya.
Kebiasaan menahan kencing juga menjadi masalah yang sering tidak disadari para orangtua.
“Menahan kencing karena takut ke kamar mandi itu sederhana, tapi bisa sebabkan infeksi saluran kencing,” tambahnya.
Faktor lain yang berpengaruh adalah pola makan anak yang kini banyak bersumber dari makanan cepat saji dan camilan tinggi garam.
Baca Juga: Jalan Mantap di Trenggalek Capai 66 Persen, 300 Km Masih Rusak, Dinas PUPR Cari Skema Pendanaan Lain
Karena itu wanita yang akrab disapa dr Icha ini mengingatkan, orangtua perlu lebih memperhatikan pola minum anak serta membiasakan konsumsi air putih yang cukup.
Selain itu, edukasi agar anak tidak menahan kencing dan membatasi makanan tinggi garam perlu dilakukan sejak dini untuk mencegah risiko gangguan ginjal di usia muda.
“Sekarang banyak makanan bervariasi yang kandungan garamnya tinggi. Natriumnya juga tinggi, akhirnya fungsi ginjalnya jadi bermasalah dari awal jadi para orang tua harus benar-benar memperhatikan makanan untuk anaknya,” jelasnya. (jaz/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah