TRENGGALEK – Daya pemahaman masyarakat terhadap mngenai laktasi masih kurang, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek membuat sebuah program inovasi.
Program tersebut adalah “SRIWULAN MENGASIHI” atau Sharing Eksklusif atau Sharing untuk keberhasilan menyusui secara intensif.
Kepala Puskesmas Ngulankulon, dr. Ika Febrin Fauziah, menyebut banyaknya kasus kegagalan aksi ekslusif dikarenakan hoaks-hoaks yang ada di media sosial.
Banyak konten-konten tentang menyusui namun tidak memenuhi standar kesehtan.
“Banyaknya hoaks di masyarakat terutama di media sosial. Banyak orang yang membuat konten-konten yang tidak standar dan tidak bisa dipertanggungjawab. Akhirnya banyak masyarakat yang termakan hoaks. Itulah yang menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam asli eksklusif,” jelasnya.
Dia menyebut air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi yang paling sempurna untuk bayi. Terlebih di kehiduapan pertama bayi.
“Asli eksklusif atau air susu ibu itu sendiri merupakan nutrisi yang paling sempurna. Jadi merupakan good liquid atau nutrisi yang emas, nutrisi emas dalam pertama kehidupan bayi,” ujarnya.
Dokter Ika menjelaskan, ASI mengandung tiga unsur, yakni bakteri baik, lemak dan mineral yang diperlukaan oleh bayi.
Kandungan dalam ASI tersebut dapat membuat bayi lebih sehat, terlebih bayi yang baru terpapar oleh udara luar sehingga rentan dengan bakteri atau virus.
“Jadi banyak sekali nanti bakteri virus yang masuk dan disitulah letak apa namanya pentingnya ASI, di mana AC ini nanti ada virus atau bakteri baik dari ibu yang nantinya akan masuk ke dalam (tubuh) bayi,” tuturnya.
Program SRIWULAN MENGASIHI tersebut terbagi menjadi dua layanan, yang pertama layanan rawat jalan, diberikan kepada ibu menyusui yang mengalami kendala dalam menyusui.
Kemudian yang kedua layanan rawat inap, diberikan kepada ibu yang baru saja melahirkan, hal tersebut guna memastikan seorang ibu paham mengenai teknik menyusui yang benar.
Melalui program tersebut, pihak puskemas berharap supaya edukasi mengenai menyusui dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan meningkatkan pemahaman mereka mengenai ASI ekslkusif.
Selain itu, memastikan setiap ibu memperoleh dukungan yang cukup demi kesehatan bayi di Trenggalek. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah