Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Puskesmas di Trenggalek Berikan Layanan untuk Calon Pengantin terkait Kehamilan, Begini Cara Edukasinya

Fatra Aditya • Rabu, 3 Desember 2025 | 04:10 WIB
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, mempunyai program yang diperuntukan para calon pengantin.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, mempunyai program yang diperuntukan para calon pengantin.

TRENGGALEK – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, mempunyai program yang diperuntukan para calon pengantin.

Kepala Puskesmas Ngulankulon Trenggalek, dr Ika Fibrin Fauziah menyebut, latar belakang dari terbentuknya program Liontin Cinta tersebut karena rendahnya ibu hamil yang memeriksakan kandungannya ke puskesmas.

Maka dengan adanya program tersebut diharapakan ibu di Trenggalek yang sudah hamil segera memeriksakan kandungannya ke puskesmas.

“Ibu hamil yang berobat ke puskesmas, yang melakukan pelayanan ke puskesmas yang pertama kali, itu cukup rendah. Jadi, kita itu pengen menjaring biar sampai ibu-ibu hamil ini, (kalau sudah) ketahuan hamil, segera periksa,” jelasnya, Senin (1/12/2025). 

Dia menjelaskan bahwa program tersebut menyasar para calon pengantin, supaya nantinya para calon ibu hamil sudah mendapatkan edukasi mengenai kehamilan.

“Kita menyasar sebelum hamil, sebelum hamil, kita harus kasih edukasi,” ujarnya.

Di dalam Liontin Cinta terdapat program turunan, salah satunya adalah Kristal.

Calon pengantin akan diberikan paket edukasi mengenai kesehatan repoduksi dan terdapat konseling dari petugas.

Calon pengantin akan diberikan edukasi bagiaman kondisi pengantin yang layak hamil dan dapat mengintervensi apabila terdapat gangguan.

“Jadi nanti yang bertugas di situ menjelaskan ke calon pengantin, apakah calon pengantin ini yang layak hamil atau tidak,” ujarnya.

Dokter Ika menyebut dengan adanya Kristal tersebut calon pengantin sadar akan kesehatan tubuh dan kesiapan tubuh untuk hamil.

Calon pengantin sadar bahwa tidak harus hamil dahulu, calon pengantin dapat fokus pada kesehatan tubuh terlebih dahulu.

“Kristal itu konseling sebelum nikah. Jadi gimana caranya biar yang calon pengantin ini sadar, oh ternyata tidak harus langsung hamil (setelah nikah). Jadi saya harus melihara kesehatan saya dulu, biar saya itu siap untuk hamil,” tuturnya.

Dia menjelaskan, program tersebut juga untuk mengintervensi ibu hamil dengan gangguan kesehatan seperti anemia hingga kesehatan gigi.

Ibu hamil yang mengalami anemia rentang melahirkan bayi dengan kondisi berat lahir kurang (BBLR) dan berisiko mengalami stunting.

"Jadi efeknya ke bayi, bayi yang lahir dengan ibu anemia atau terinfeksi seperti infeksi saluran kencing, infeksi gigi, berisiko melahirkan bayi yang (kondisi) nggak bagus. Salah satunya adalah BBLR atau bayi berat lahir rendah,” pungkasnya.

Dengan adanya program Liontin Cinta tersebut semua itu dapat dicegah, dapat diintervensi sebelum terjadi kehamilan pada ibu.

Apabila ibu sudah dalam masuk dalam masa kehamilan maka, tidak dokter tidak boleh melakukan intervensi. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Puskemas Ngulankulon #trenggalek #ibu hamil #calon pengantin