TRENGGALEK - Pertanyaan mengenai apakah diabetes bisa menular masih sering terdengar di tengah masyarakat.
Tidak sedikit yang merasa cemas ketika mengetahui ada anggota keluarga, teman, atau rekan kerja yang terdiagnosis diabetes.
Kekhawatiran ini muncul karena masih banyak yang belum memahami bagaimana penyakit tersebut berkembang di dalam tubuh.
Baca Juga: Penyebab Asam Lambung Naik, Kenali Faktor Risiko yang Sering Diabaikan
Diabetes Tidak Menular Antar Manusia
Secara medis, jawabannya tegas: diabetes tidak menular.
Penyakit ini tidak disebabkan oleh virus, bakteri, maupun kuman yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Karena bukan penyakit infeksi, diabetes tidak dapat ditularkan melalui sentuhan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, atau melalui udara.
Mitos lain yang juga perlu diluruskan adalah anggapan bahwa donor darah dari penderita diabetes dapat menularkan penyakit.
Baca Juga: Fakta Menarik Rebusan Kayu Manis, Minuman Herbal yang Mulai Banyak Diminati
Faktanya, proses transfusi darah tidak membuat penerima darah terkena diabetes.
Bahkan pada proses persalinan, ibu dengan diabetes tidak otomatis “menurunkan” penyakit ini pada bayi, kecuali melalui faktor risiko genetik.
Jadi, jika ada anggota keluarga atau teman yang memiliki diabetes, tidak perlu menjauh atau merasa takut tertular.
Dukungan moral dan pendampingan justru jauh lebih penting bagi mereka.
Yang Ada Adalah Risiko Genetik, Bukan Penularan
Meski tidak menular, diabetes memiliki faktor risiko keturunan.
Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes memang berpeluang lebih besar mengalaminya.
Namun peluang tersebut bukan kepastian dan sangat dipengaruhi pola hidup.
Artinya, seseorang bisa saja tetap sehat apabila mampu menjaga gaya hidupnya dengan baik, meski memiliki riwayat keluarga diabetes.
Faktor Risiko yang Bisa Meningkatkan Kemungkinan Diabetes
Selain faktor keturunan, beberapa kebiasaan dan kondisi kesehatan tertentu dapat memperbesar risiko terkena diabetes, antara lain:
Berat badan berlebih atau obesitas
Pola makan tinggi gula dan lemak
Jarang berolahraga dan lebih banyak duduk lama
Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional)
Baca Juga: Jahe Emprit: Rempah Mini Pedas yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh
Usia di atas 40 tahun
Kebiasaan merokok
Waktu tidur yang buruk dan sering begadang
Gangguan autoimun, terutama pada diabetes tipe 1
Mengabaikan faktor-faktor tersebut dapat mempercepat munculnya diabetes, meski sebelumnya tidak memiliki riwayat keluarga.
Baca Juga: Manfaat Susu Kedelai: Minuman Sehat yang Kaya Nutrisi dan Ramah untuk Semua Usia
Cara Efektif Mencegah Diabetes
Kabar baiknya, risiko diabetes bisa dikendalikan dengan menerapkan kebiasaan sehat, seperti:
Mengatur pola makan dan membatasi konsumsi minuman manis
Menjaga berat badan tetap ideal
Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari
Menjaga kualitas tidur
Menghindari rokok dan stres berlebihan
Menjalani pemeriksaan kadar gula darah secara berkala
Mencegah jauh lebih mudah dibanding mengatasi komplikasi diabetes yang dapat memengaruhi organ penting seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah