Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Agen Kribo di Trenggalek, Giat Skrining Tuberkolosis dari Puskesmas

Fatra Aditya • Minggu, 21 Desember 2025 | 03:38 WIB

Biar cepat pulih dari batuk pilek, jaga tubuh tetap hangat, perbanyak istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi
Biar cepat pulih dari batuk pilek, jaga tubuh tetap hangat, perbanyak istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi

TRENGGALEK – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Trenggalek mempunyai inovasi berupa program bernama Agen Kribo (Aksi Gencar Skrining Tuberkolosis).

Program tersebut dimaksudkan untuk dapat menjaring masyarakat Trenggalek yang diduga mengalami gejala-gejala tuberkolosis.

Nur Kholis, salah satu petugas program TBC Puskesmas Trenggalek menjelaskan bahwa program Agen Kribo tersebut dilakukan melalui dua cara.

Cara yang pertama melalui Cari Orang Batuk Disertai Dahak melalui Petugas (COBJLP) dan Cari Orang Batuk Disertai Dahak melalui jaringan kesehatan (COBJLS)

“Untuk skrining, kita kebetulan ada dua-duanya. Kita kerja sama dengan jejaring, dan ada dua kegiatan, yaitu COBJLP nantinya petugas akan pergi ke sekolah-sekolah ke kantor-kantor untuk skrining. Untuk COBJLS itu melalui layanan kesehatan seperti klinik dan praktik mandiri dari dokter,” ujarnya, Kamis (11/12/2025). 

Baca Juga: Sidang Dua Pengasuh Ponpes di Trenggalek Mundur Lagi, Terdakwa Minta Penasihat Hukum Pribadi

Namun, ia juga menjelaskan bahwa orang yang terjaring dalam COBJLP maupun COBJLP bukan secara mutlak mengidap TBC.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk mendiagnosa seseorang telah mengidap penyakit TBC.

“Bukan berarti orang yang masuk COBJLP/ COBJLP itu mengidap TBC. Kita hanya curiga dulu karena gejalanya batuk terus-menerus lebih dari dua minggu, untuk diagnosa harus dari dokter,” terangnya.

Dia mengungkapkan bahwasannya gejala TBC mudah dikenali. Salah satunya adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, namun Nur Kholis juga menegaskan hal tersebut tidak serta merta membuat seseorang terjangkit TBC, harus dilihat dari gejala-gejala lanjutannya.

“TBC itu mudah sekali dicurigai. Tapi jangan sampai batuk seminggu langsung dikira TBC. Minimal dua minggu, dan lihat gejala lanjutannya seperti asma, keringat dingin tanpa beraktivitas dan sebagainya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa Puskesmas Trenggalek juga mempunyai program pengobatan TBC gratis.

Dia menyebut nantinya para pasien TBC tersebut akan diberikan perawatn intensif selama enam bulan.

Baca Juga: Pergi Menyelam, Pria di Trenggalek Ditemukan Tewas meski Biasa Berenang di Sungai

“Untuk pengobatan gratis, itu dilakukan di puskesmas selama enam bulan. Intinya gratis, tidak ada biaya, itu nanti di rawat dan dikasih obat selama enam bulan itu,” ujarnya.

Maka dari itu, ia mengimbau pada masyarakat ia mengimbau pada masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Dengan pemeriksaan akan diketahui apakah seseorang terkena TBC atau tidak.

“Kalau ingin mengetahui, apakah kena TBC atau tidak, sebaiknya periksa ke puskesmas. Karena kejujuran itu yang bisa menentukan,” pungkasnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tuberkulosis #trenggalek