TRENGGALEK - Tempe sudah lama dikenal sebagai sumber protein nabati yang kaya gizi.
Namun, belakangan muncul pertanyaan: apakah cara mengolah tempe, khususnya dengan cara dikukus, dapat memengaruhi kandungan proteinnya?
Selain itu, apakah tempe membantu menambah asupan protein harian, terutama bagi yang aktif berolahraga?
Kandungan Protein Tempe
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, 100 gram tempe mentah mengandung sekitar 18–20 gram protein.
Angka ini tergolong tinggi untuk pangan nabati, sehingga tempe kerap dijadikan alternatif pengganti daging bagi vegetarian maupun atlet.
Pengaruh Cara Memasak
Proses memasak dapat memengaruhi kandungan gizi. Pengukusan dianggap metode paling “ramah gizi” karena tidak melibatkan minyak berlebih dan suhu ekstrem.
Protein pada tempe relatif stabil terhadap panas.
Mengukus justru membantu menjaga kelembapan dan meminimalkan kehilangan asam amino penting.
Sebaliknya, menggoreng tempe dapat menambah kalori dari minyak dan sedikit menurunkan kandungan protein karena oksidasi saat pemanasan tinggi.
Manfaat untuk yang Rajin Olahraga
Bagi mereka yang rutin berolahraga, asupan protein harian sangat penting untuk perbaikan otot dan pemulihan energi. Tempe kukus bisa menjadi pilihan menu pasca-latihan karena:
- Tinggi protein: membantu proses sintesis otot.
- Kaya serat dan vitamin B: mendukung metabolisme energi.
- Rendah lemak jenuh: cocok bagi yang menjaga berat badan
Baca Juga: Kasus Pencabulan Kiai dan Anak di Trenggalek Berlanjut, Jaksa Tunggu Kelengkapan Berkas
Untuk hasil optimal, tempe bisa dikukus selama 10–15 menit dan disajikan dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau quinoa.
Tambahkan sayuran segar untuk melengkapi mikronutrien. (gun)
Editor : Didin Cahya Firmansyah