Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cara Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan Online, Cek Risiko Diabetes hingga Jantung Tanpa ke Faskes

Anggi Septiani • Minggu, 4 Januari 2026 | 18:00 WIB

Cara Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan Online, Cek Risiko Diabetes hingga Jantung Tanpa ke Faskes
Cara Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan Online, Cek Risiko Diabetes hingga Jantung Tanpa ke Faskes

TRENGGALEK NJENGGELEK -
Skrining kesehatan BPJS Kesehatan kini bisa dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Melalui layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan, peserta dapat mengetahui potensi risiko penyakit sejak dini hanya dengan mengisi kuesioner secara online.

Skrining kesehatan BPJS Kesehatan menjadi langkah awal yang penting untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gangguan ginjal kronik. Pemeriksaan ini bersifat pencegahan, sehingga peserta bisa mengambil langkah lebih cepat sebelum gejala muncul.

Melalui video tutorial yang beredar di YouTube, dijelaskan bahwa skrining kesehatan BPJS Kesehatan dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN maupun website resmi BPJS. Cara ini dinilai praktis karena bisa dilakukan kapan saja selama memiliki koneksi internet.

Skrining riwayat kesehatan bertujuan untuk mengetahui potensi risiko penyakit yang mungkin dialami peserta BPJS. Beberapa penyakit yang menjadi fokus dalam skrining ini antara lain diabetes melitus atau kencing manis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Dengan mengetahui tingkat risiko sejak awal, peserta diharapkan dapat memperbaiki pola hidup, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari. BPJS Kesehatan juga mendorong peserta agar lebih sadar pentingnya pencegahan dibanding pengobatan.

Langkah pertama untuk melakukan skrining adalah membuka browser di ponsel atau komputer. Peserta dapat menggunakan aplikasi peramban seperti Google Chrome, kemudian mencari laman skrining BPJS Kesehatan melalui mesin pencari.

Setelah masuk ke halaman skrining, peserta diminta memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, serta kode captcha. Jika data sudah benar, klik tombol cari peserta untuk melanjutkan proses.

Peserta kemudian akan diminta membaca dan menyetujui persetujuan skrining riwayat kesehatan. Setelah itu, sistem akan mengarahkan ke pengisian data diri.

Data diri yang harus diisi meliputi berat badan, tinggi badan, pendidikan terakhir, nomor handphone, serta alamat email jika ada. Peserta juga diminta mencantumkan kontak keluarga yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat.

Tahap berikutnya adalah pengisian riwayat kesehatan yang terdiri dari total 47 pertanyaan. Pertanyaan ini terbagi dalam beberapa halaman dan harus dijawab sesuai kondisi sebenarnya.

Beberapa pertanyaan awal berkaitan dengan gejala fisik, seperti rasa haus berlebihan saat beraktivitas normal. Selanjutnya, peserta akan ditanya mengenai riwayat penyakit pribadi seperti diabetes, stroke, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga asam urat.

Selain itu, terdapat pertanyaan mengenai riwayat penyakit keluarga kandung, termasuk orang tua dan saudara. Penyakit yang ditanyakan meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, hingga serangan jantung di usia muda.

Skrining kesehatan BPJS Kesehatan juga menyoroti pola konsumsi makanan sehari-hari. Peserta diminta menjawab kebiasaan mengonsumsi makanan bersantan, makanan cepat saji, jeroan, minuman bersoda, hingga teh manis lebih dari tiga gelas per hari.

Pilihan makanan tradisional seperti pecel, urap, tahu, dan tempe juga menjadi bagian dari penilaian. Semua jawaban akan diolah sistem untuk menentukan tingkat risiko kesehatan peserta.

Setelah seluruh pertanyaan dijawab, peserta dapat menyimpan data dan melihat hasil skrining. Hasil yang ditampilkan berupa kategori risiko, seperti risiko rendah diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Jika hasil menunjukkan risiko rendah, peserta tetap dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Skrining kesehatan BPJS Kesehatan hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun dan bisa diakses kembali mulai 1 Januari di tahun berikutnya.

Layanan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pencegahan agar peserta BPJS lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.

 

Editor : Anggi Septiani
#Mobile JKN #skrining kesehatan BPJS Kesehatan #risiko diabetes dan hipertensi #cek kesehatan mandiri #BPJS Kesehatan online