Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Penting, CKG di Trenggalek Deteksi Kesehatan Mata Sejak  Dini

Fatra Aditya • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:50 WIB
Lingkaran hitam di bawah mata bisa muncul karena kurang tidur, penuaan, atau kebiasaan menggosok mata berlebihan.
Lingkaran hitam di bawah mata bisa muncul karena kurang tidur, penuaan, atau kebiasaan menggosok mata berlebihan.

TRENGGALEK – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek menjadi sarana penting untuk deteksi dini gangguan penglihatan pada anak.

Pemeriksaan di Trenggalek tersebut sangat penting dilakukan sejak usia sekolah guna mengetahui kemampuan penglihatan anak sebelum berdampak pada proses belajar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesdalduk KB Kabupaten Trenggalek, Sulastri mengingatkan, bahwa gangguan mata sering disalahartikan sebagai rendahnya kemampuan belajar.

Sulastri menegaskan untuk tidak menghakimi anak dengan menyebut mereka sebagai anak yang tidak pintar.

Disarankan untuk memeriksakan anak-anaknya terlebih dahulu.

Dengan demikian dapat diketahui apakah anak tersebut mengalami gangguan penglihatan.

“Jangan sampai kita sudah terlanjur menyebut atau men-justice anak ini tidak pintar ternyata ada kelainan mata,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan standar, anak diuji membaca objek dari jarak tertentu.

Sulastri menjelaskan metode yang digunakan adalah dengan metode membaca huruf yang diletakkan sejauh 6 meter.

Dia mengungkapkan apabila mata dalam keadaan normal maka dari seluruh huruf akan terlihat dari yang tersbesar hingga yang terkecil.

“Jadi anak itu dites untuk bisa melihat huruf dari jarak 6 meter. Harusnya 6 meter itu dari seluruh susunan huruf, itu kan bisa dibaca jika mata normal,” jelasnya.

Namun hasil di lapangan menunjukkan masih banyak anak yang belum memenuhi standar tersebut dan diketahui bahwsannya anak tersebut belum bisa membaca.

Baca Juga: CVS di Trenggalek Bayangi Kelompok Usia Muda Akibat Kebiasaan Mantap Layar Gawai

Untuk itu digunakan metode pemeriksaan yang disesuaikan. “Ada juga ditemukan di usia anak-anak yang tidak bisa menyebutkan huruf, ternyata mereka belum bisa baca, maka kita pakai metode lain, anak diminta menirukan arah huruf E sesuai jarak pemeriksaan yaiti 6 meter,” terangnya.

Deteksi dini memungkinkan gangguan penglihatan pada anak segera ditangani sebelum berdampak pada aktivitas belajar.

Pemeriksaan ini juga membantu tenaga kesehatan memahami kebiasaan anak yang dapat mempengaruhi kesehatan mata.

“Kita tanya pola bermainnya bagaimana, apakah terus-terusan menatap layar atau bagaimana,” ungkapnya.

Dinkes juga turut mengupayakan untuk menyambungkan ke fasilitas kesehatan apabila kondisi kesehatan mata masih dapat koreksi dengan penggunaan kacamata, terutama untuk mayarakat yang kurang mampu.

“Kalaupunharus dikoreksi misalnya dengan kacamata, kita siap untuk menyambungkan pembelian mata yang mereka misalnya membutuhkan,” pungkasnya. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kesehatan mata #Program CKG #trenggalek