TRENGGALEK - Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel tidak normal dan tidak terkendali di dalam tubuh.
Kanker sering kali diawali oleh gejala ringan sehingga kerap disalahartikan sebagai penyakit biasa.
Hal inilah yang dialami Suyanti, yang awalnya mengira keluhan tubuhnya hanyalah flu biasa Hingga akhirnya diketahui bahwa dirinya mengidap kanker ovarium yang mengubah jalan hidupnya.
Suyanti, menceritakan kisah awal bagaimana dia bisa terjangkit kanker. Dia menceritakan bahwa pada awalnya hanya merasa tidak enak badan pada umumnya dan mengira hal tersebut hanya flu. Namun, setelah beberapa kali memeriksakan diri ke dokter, dia didiagnosis terkena kanker.
“Saya nggak nyangka kalau ternyata itu tumor. Awalnya saya kira cuma flu biasa. Setelah beberapa kali periksa, ternyata itu sudah kanker,” ungkapnya.
Setelah mengetahui bahwa mengidap kanker, dia disarankan untuk dioperasi. Hasil dari operasi menyatakan bahwa dirinya mengidap kanker ovarium.
“Kanker ovarium, Mas. Dari situ pokoknya saya ke Surabaya itu membawa hasil diagnosis, kemudian diberikan ke dokter di Surabaya untuk dilakukan kemoterapi,” katanya.
Dia mengaku hidupnya berubah setelah mengetahui bahwa mengidap kanker ovarium. Dia menjelaskan bahwa pada saat itu masih berusia 28 tahun dan harus menjalani tindakan operasi pengangkatan ovarium serta kandungan karena kanker.
“Usia saya waktu itu 28 tahun, dan saya sudah berhenti menstruasi karena kandungan harus diangkat. Yang membuat saya terus semangat itu dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, dan saya selalu berpikir positif. Saya yakin saya akan sembuh,” jelasnya.
Dia berpesan kepada seluruh penyintas kanker di Indonesia utuk tetap semangat dan terbuka.
Karena dengan membuka diri, dukungan akan mengalir deras, khususnya dari keluarga. Dia juga menyarankan kepada mereka untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak lupa untuk berdoa.
“Misalnya saat ini sudah sakit, saya selalu semangat untuk berdoa, jadi jangan malu untuk sharing. Jadi ya harus terbuka, harus cerita, karena bagaimanapun juga dukungan keluarga, saya merasakan. Dukungan keluarga itu luar biasa besarnya untuk membuat kita semangat. Jadi harus semangat bagi mereka, terus kemudian selalu mulai hidup sehat,” ujarnya.
“Soalnya saya ini selain dari gen juga dari pola hidup, karena dulu suka minum minuman kaleng itu,” tandasnya. (tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana