TRENGGALEK – Upaya penanganan kanker di Kabupaten Trenggalek terus diperkuat, terutama pada aspek deteksi dini dan pencegahan.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek memastikan layanan skrining kanker sudah dapat diakses masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr Sunarto mengatakan, skrining kanker serviks dan payudara menjadi fokus utama karena dua jenis kanker tersebut masih mendominasi kasus di Trenggalek.
Saat ini, layanan skrining kanker serviks seperti IVA test dan pemeriksaan HPVDNA sudah tersedia di puskesmas dan rumah sakit. Bahkan di beberapa puskesmas, pemeriksaan HPV-DNA dapat diakses secara gratis.
Selain itu, dinkesdalduk KB juga melakukan penyegaran kader kesehatan sebagai upaya optimalisasi deteksi dini kanker serviks di masyarakat.
Sedangkan untuk kanker payudara, terdapat layanan skrining yang dilakukan dengan melalui mammografi, USG payudara, serta pemeriksaan klinis payudara atau SADANIS.
Menurut dr Sunarto, upaya menuju penanganan kanker yang optimal juga dilakukan melalui sosialisasi berkelanjutan dan pemberian bantuan sosial.
Pemkab memfasilitasi bantuan operasional dan pengobatan bagi pasien tidak mampu, termasuk anak-anak dan perempuan penderita penyakit berat.
Meski demikian, dia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan kanker di Trenggalek. Keterbatasan fasilitas spesifik seperti radioterapi dan kemoterapi menjadi tantangan utama.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara rutin masih perlu ditingkatkan, serta belum tersedianya dokter spesialis onkologi di Trenggalek.
“Artinya, penanganan di tingkat primer dan deteksi dini sudah berjalan. Namun untuk layanan paliatif, radioterapi, dan kemoterapi, masih memerlukan pengembangan fasilitas lebih lanjut agar lebih optimal,” jelasnya.
Dalam momentum peringatan Hari Kanker Sedunia, dr. Sunarto juga menyampaikan pesan kepada para penyintas agar tetap berani menjalani pengobatan dan tidak kehilangan harapan, serta tetap melangkah dan tersenyum.
Kanker hanyalah bagian dari hidup, bukan seluruh hidup. Kekuatan sejati berasal dari hati yang tidak menyerah. Teruslah berani menjalani pengobatan dengan harapan untuk sembuh.
“Anda tidak sendiri, dengan berbagi cerita dengan sesama pejuang dapat menguatkan mental Anda lebih kuat dari yang Anda bayangkan, lebih berani dari yang Anda pikirkan, dan lebih dicintai dari yang Anda rasakan. Setiap hari adalah kemenangan. Anda adalah pejuang. Hidup dengan baik setelah kanker. Beristirahatlah, tapi jangan berhenti berjuang,” pesannya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala kecil, rutin melakukan skrining, menerapkan perilaku hidup sehat, serta memberikan dukungan dan empati kepada penderita kanker. (tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana