Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gigi Berlubang Ditambal atau Dicabut? Ini Penjelasan Tahap Perawatannya

Dara Shauqy Hadiwijaya • Kamis, 12 Februari 2026 | 17:45 WIB

Gigi berlubang ditambal atau dicabut? Ini penjelasan tahap kerusakan gigi dan pilihan perawatannya menurut dokter gigi.
Gigi berlubang ditambal atau dicabut? Ini penjelasan tahap kerusakan gigi dan pilihan perawatannya menurut dokter gigi.

JAKARTA - Gigi berlubang tidak selalu harus dicabut. Perawatan gigi berlubang ditentukan dari seberapa dalam kerusakan yang terjadi pada struktur gigi. Dalam banyak kasus, gigi masih bisa dipertahankan melalui tambal gigi, perawatan saluran akar, atau pemasangan crown. Pencabutan menjadi pilihan terakhir jika kerusakan sudah sangat parah dan tidak dapat direstorasi.

Struktur Lapisan Gigi dan Pengaruhnya pada Perawatan

Secara medis, gigi terdiri dari tiga lapisan utama yaitu email (enamel), dentin, dan pulpa. Email adalah lapisan terluar yang keras. Di bawahnya terdapat dentin yang lebih lunak, lalu pulpa yang berisi pembuluh darah dan saraf.

Jika lubang masih terbatas di email, biasanya belum muncul rasa sakit. Pada tahap ini, tambal gigi sederhana dalam satu kali kunjungan umumnya sudah cukup. Menunda perawatan justru membuat lubang makin dalam.

Saat Gigi Berlubang Mencapai Dentin

Ketika kerusakan sudah masuk ke dentin, keluhan yang sering muncul adalah ngilu atau nyeri saat makan dan minum. Pada tahap ini, pilihan perawatan gigi berlubang bisa berbeda tergantung kondisi klinis.

Dokter gigi dapat melakukan tambal gigi langsung, tambal dengan bahan khusus yang dikerjakan bertahap, atau menyarankan pembuatan crown gigi jika jaringan gigi yang tersisa sudah tipis. Koreksi istilah dari transkrip: yang dimaksud “pakai ping” kemungkinan adalah teknik lining atau basis tambalan sebelum restorasi akhir.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Gigi Sakit Akibat Berlubang dengan Tepat dan Aman

 

Jika Lubang Sudah Sampai Pulpa

Bila gigi berlubang telah mencapai pulpa, biasanya muncul nyeri spontan, berdenyut, bahkan bisa disertai perdarahan atau pembengkakan. Risiko infeksi hingga abses gigi meningkat jika tidak segera dirawat.

Perawatan yang dianjurkan adalah perawatan saluran akar (PSA). Prosedur ini bertujuan membersihkan jaringan saraf yang terinfeksi, mensterilkan saluran akar, lalu menutupnya dengan bahan khusus. PSA umumnya dilakukan dalam beberapa kali kunjungan, tergantung tingkat infeksi.

Setelah perawatan saluran akar selesai, gigi biasanya diperkuat dengan tambalan besar atau crown gigi.

Peran Crown Gigi pada Kerusakan Luas

Crown gigi atau selubung gigi digunakan untuk melindungi gigi yang sudah rapuh akibat lubang besar atau setelah PSA. Crown membantu mengembalikan bentuk, fungsi kunyah, dan tampilan gigi.

Material crown gigi beragam, antara lain logam, resin, porselen atau keramik, kombinasi logam-porselen, serta zirconia. Koreksi istilah dari transkrip: “sirkon” yang dimaksud adalah zirconia, salah satu bahan crown dengan kekuatan tinggi dan estetika baik.

Kapan Gigi Harus Dicabut

Cabut gigi dilakukan jika struktur gigi sudah hancur luas, sisa akar tidak memadai, atau infeksi terlalu parah sehingga tidak bisa dipertahankan dengan tambal, PSA, maupun crown. Jadi, jawaban dari pertanyaan gigi berlubang ditambal atau dicabut sangat bergantung pada hasil pemeriksaan dokter gigi.

Semakin cepat gigi berlubang diperiksa, semakin besar peluang gigi bisa dirawat tanpa pencabutan. Pemeriksaan rutin dan perawatan dini menjadi kunci mempertahankan gigi asli.

 

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Kuning agar Kembali Cerah Alami

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#sakit gigi #Simple #obat sakit gigi #ampuh