RADAR TRENGGALEK - Asam lambung menjadi salah satu penyakit yang kini banyak diderita kalangan milenial.
Pola makan tidak teratur, konsumsi kopi berlebihan, hingga kebiasaan langsung tidur setelah makan menjadi pemicu utama kondisi ini semakin sering kambuh.
Secara medis, asam lambung terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah tidak dapat menutup dengan sempurna.
Akibatnya, cairan asam dari lambung dan sisa makanan naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini dikenal juga sebagai refluks asam atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Jika tidak ditangani dengan baik, asam lambung dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari sakit tenggorokan, suara serak, sensasi panas di dada (heartburn), hingga rasa pahit atau asam di mulut.
Meski sering diatasi dengan obat medis, ternyata ada sejumlah cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya.
Penyebab Asam Lambung Naik
Naiknya asam lambung umumnya dipicu oleh gangguan pada katup antara kerongkongan dan lambung. Ketika katup ini melemah, asam lambung lebih mudah mengalir ke atas.
Selain faktor medis, gaya hidup berperan besar. Kebiasaan makan dalam porsi besar, konsumsi makanan pedas, minuman berkafein, hingga minuman bersoda dapat memperparah kondisi refluks asam.
Tak heran jika generasi milenial yang memiliki mobilitas tinggi dan pola makan kurang teratur lebih rentan mengalami gangguan ini.
Gejala yang muncul pun sering dianggap sepele. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, asam lambung kronis bisa menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan.
Cara Mengatasi Asam Lambung Tanpa Obat
Tidak selalu harus bergantung pada obat dokter, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu mengatasi asam lambung.
Makan Sedikit dan Perlahan
Saat perut terasa sangat penuh, risiko asam lambung naik menjadi lebih besar. Karena itu, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Selain itu, kunyah makanan secara perlahan agar proses pencernaan lebih optimal dan lambung tidak bekerja terlalu berat.
Hindari Makanan Pemicu
Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu naiknya asam lambung. Di antaranya kopi, teh, cokelat, makanan pedas, serta minuman beralkohol.
Mengurangi atau menghindari konsumsi makanan tersebut dapat membantu menekan frekuensi kambuhnya gejala.
Hindari Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung gas yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung.
Tekanan ini membuat asam lebih mudah terdorong ke kerongkongan. Karena itu, penderita asam lambung sebaiknya menghindari minuman berkarbonasi.
Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Banyak orang terbiasa berbaring atau tidur setelah makan. Padahal, posisi ini memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Disarankan untuk tetap duduk atau berdiri setidaknya dua hingga tiga jam setelah makan agar makanan turun dengan sempurna ke lambung.
Hindari Gerakan Mendadak
Gerakan membungkuk atau aktivitas fisik yang terlalu cepat setelah makan juga bisa memicu refluks asam.
Oleh sebab itu, beri jeda sebelum melakukan aktivitas berat, terutama yang melibatkan tekanan pada area perut.
Pentingnya Mengubah Pola Hidup
Mengelola asam lambung tidak hanya soal minum obat, tetapi juga soal perubahan gaya hidup.
Mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang aman, serta menjaga posisi tubuh setelah makan merupakan langkah preventif yang efektif.
Jika gejala seperti nyeri dada, tenggorokan terasa panas, atau suara serak terjadi berulang dan semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Asam lambung memang kerap dianggap penyakit ringan. Namun, jika diabaikan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, masyarakat terutama kalangan milenial dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Kompas.com