Radar Trenggalek – Minuman kunyit serai jeruk nipis kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video YouTube membahas khasiat racikan sederhana berbahan rimpang untuk menjaga kesehatan tubuh.
Racikan ini disebut sebagai minuman herbal alami yang dapat membantu mengatasi berbagai keluhan, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah reproduksi.
Dalam video tersebut, narasumber menekankan prinsip dasar hidup sehat, yakni semakin alami makanan dan minuman yang dikonsumsi, maka semakin baik pula dampaknya bagi tubuh.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pengobatan berbasis herbal.
Menariknya, minuman kunyit serai jeruk nipis tidak hanya dikenal sebagai jamu tradisional, tetapi juga diyakini mampu membantu memperbaiki siklus menstruasi, meringankan gejala maag, hingga mendukung program kehamilan.
Filosofi Alami dan Khasiat Rimpang
Narasumber menjelaskan bahwa rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, dan lengkuas memiliki bentuk yang tidak beraturan. Menurutnya, bentuk tersebut dapat dimaknai sebagai tanda bahwa rimpang memiliki sifat yang kuat dalam melawan pertumbuhan sel-sel tidak normal.
Secara ilmiah, berbagai penelitian memang menunjukkan bahwa rimpang mengandung senyawa aktif bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Beberapa di antaranya bahkan memiliki potensi antikanker. Hal inilah yang membuat rimpang sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar jamu dan obat tradisional.
Kunyit, misalnya, mengandung kurkumin yang dikenal mampu membantu meredakan peradangan dan menjaga kesehatan pencernaan.
Jahe bermanfaat untuk mengurangi mual, mengatasi maag, serta membantu tubuh menjadi lebih rileks. Sementara serai memiliki efek menyegarkan dan membantu proses detoksifikasi tubuh.
Baca Juga: PGRI Jatim Apresiasi PN Vonis Jaga Martabat Profesi Tumbuhkan Kesadaran Kolektif
Racikan “Ultimate” Kunyit, Serai, dan Jeruk Nipis
Dalam video tersebut, racikan ini disebut sebagai “ultimate drink” karena memadukan tiga bahan utama, yakni kunyit, serai, dan jeruk nipis. Ketiganya dipercaya saling melengkapi dalam memberikan manfaat kesehatan.
Jeruk nipis kaya akan vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, rasa asamnya juga membantu menyeimbangkan cita rasa rimpang sehingga minuman lebih mudah dikonsumsi.
Minuman kunyit serai jeruk nipis ini diklaim dapat membantu mengatasi keluhan menstruasi, seperti nyeri haid atau siklus tidak teratur. Selain itu, racikan ini juga disebut berpotensi mendukung kesehatan organ reproduksi sehingga kerap dikaitkan dengan program hamil.
Cara Membuat Minuman Kunyit Serai Jeruk Nipis
Bahan yang digunakan cukup sederhana, yakni satu hingga dua ruas kunyit, satu batang serai, jahe secukupnya, perasan satu buah jeruk nipis, serta sedikit garam.
Semua rimpang dicuci bersih, kemudian dipotong-potong. Setelah itu, rebus dalam air hingga mendidih. Tambahkan seujung sendok garam, lalu matikan api. Setelah hangat, masukkan perasan jeruk nipis dan aduk rata sebelum diminum.
Takaran bahan dapat disesuaikan dengan selera. Narasumber menekankan bahwa dalam membuat minuman herbal, tidak harus selalu menggunakan ukuran pasti, melainkan cukup mengandalkan rasa dan kenyamanan.
Beragam Manfaat yang Diklaim
Selain membantu program hamil, minuman ini juga diklaim bermanfaat untuk meredakan maag, pusing, serta infeksi ringan. Bahkan, racikan ini disebut dapat membantu meringankan keluhan pada penderita gangguan autoimun, meski tetap perlu pengawasan tenaga medis.
Minuman kunyit serai jeruk nipis juga dianggap cocok dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada obat kimia.
Tetap Perlu Bijak dalam Konsumsi
Meski berbahan alami, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi minuman herbal. Bagi penderita penyakit tertentu atau yang sedang menjalani pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Dengan kekayaan rempah yang dimiliki Indonesia, minuman kunyit serai jeruk nipis menjadi salah satu contoh bagaimana bahan lokal dapat dimanfaatkan sebagai solusi kesehatan yang sederhana dan terjangkau.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula