RADAR TRENGGALEK - Keluhan kulit gatal menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Penyebabnya pun beragam, mulai dari alergi, gigitan serangga, eksim, hingga infeksi jamur atau bakteri.
Selain pengobatan medis, pemanfaatan herbal untuk mengatasi kulit gatal kini semakin diminati karena dinilai lebih alami dan minim efek samping.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Dr. Feriy TV, dokter Feri Juliawan memaparkan bahwa sejumlah tanaman herbal terbukti memiliki kandungan antiinflamasi, antimikroba, dan antihistamin alami yang efektif meredakan rasa gatal.
Menurutnya, herbal untuk mengatasi kulit gatal dapat menjadi alternatif pendamping pengobatan, terutama untuk keluhan ringan hingga sedang.
Dokter Feri menjelaskan bahwa penggunaan bahan alami harus disertai cara pengolahan yang tepat agar manfaatnya optimal. Ia juga menekankan pentingnya memahami penyebab gatal sebelum memilih terapi, karena setiap kondisi memerlukan pendekatan yang berbeda.
Lidah Buaya, Melembapkan Sekaligus Meredakan Peradangan
Lidah buaya atau aloe vera menjadi salah satu herbal yang paling populer dalam perawatan kulit. Gel lidah buaya mengandung aloin dan acemannan yang bersifat antiinflamasi serta mampu melembapkan kulit.
Herbal ini efektif untuk mengatasi gatal akibat dermatitis, luka bakar ringan, maupun kulit kering. Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan mengoleskan gel segar lidah buaya langsung ke area gatal, diamkan selama 15 hingga 20 menit, kemudian bilas menggunakan air dingin.
Daun Sirih sebagai Antiseptik Alami
Daun sirih (piper betle) mengandung minyak atsiri seperti eugenol dan kavikol yang bersifat antiseptik serta anti-pruritus atau antigatal. Daun ini cocok digunakan untuk gatal yang disebabkan oleh infeksi jamur maupun bakteri.
Pengolahannya dilakukan dengan merebus lima hingga tujuh lembar daun sirih dalam dua gelas air selama kurang lebih 10 menit. Air rebusan tersebut dapat digunakan untuk mencuci area gatal atau sebagai kompres.
Kunyit untuk Gatal Akibat Eksim dan Psoriasis
Kunyit (curcuma longa) dikenal memiliki kandungan kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antijamur. Herbal ini membantu meredakan gatal yang berkaitan dengan eksim atau psoriasis.
Cara penggunaannya dengan mencampurkan bubuk kunyit bersama sedikit air atau minyak kelapa hingga membentuk pasta. Pasta tersebut kemudian dioleskan ke kulit yang gatal, didiamkan 10 sampai 15 menit, lalu dibilas hingga bersih.
Daun Mint dengan Efek Dingin Alami
Daun mint atau mentha piperita mengandung mentol yang memberikan sensasi dingin sehingga mampu mengurangi sensasi gatal. Selain itu, daun mint juga memiliki sifat antihistamin alami yang membantu meredakan gatal akibat alergi.
Daun mint segar dapat ditumbuk hingga halus, kemudian jusnya dioleskan ke area gatal. Alternatif lainnya adalah menjadikannya sebagai kompres dingin.
Temulawak dan Daun Kelor
Temulawak (curcuma xanthorrhiza) mengandung senyawa xanthorrhizol yang bersifat antiinflamasi dan antijamur. Herbal ini efektif untuk gatal akibat dermatitis maupun infeksi kulit. Temulawak dapat diparut, diperas airnya, lalu dicampur dengan madu atau minyak zaitun sebelum dioleskan ke kulit.
Sementara itu, daun kelor (moringa oleifera) kaya flavonoid dan vitamin E yang membantu regenerasi kulit serta mengurangi peradangan. Daun kelor bisa dihaluskan dan digunakan sebagai masker atau direbus untuk air cucian kulit.
Tetap Perhatikan Kondisi Kulit
Meski berbagai herbal untuk mengatasi kulit gatal terbukti bermanfaat, dokter Feri mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Jika gatal tidak membaik, semakin parah, atau disertai tanda infeksi seperti bernanah dan demam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemanfaatan herbal secara tepat dapat menjadi solusi alami yang aman. Dengan kombinasi perawatan yang baik dan gaya hidup sehat, keluhan kulit gatal dapat dikendalikan secara optimal.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula