Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

9 Tanaman Liar Berkhasiat untuk Kesehatan yang Sering Dianggap Gulma, Nomor 5 Disebut Ampuh Tingkatkan Daya Ingat

Muhamad Ahsanul Wildan • Kamis, 12 Februari 2026 | 18:50 WIB
9 tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan yang sering dianggap gulma, ternyata bantu turunkan darah tinggi hingga tingkatkan imun.
9 tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan yang sering dianggap gulma, ternyata bantu turunkan darah tinggi hingga tingkatkan imun.

RADAR TRENGGALEK - Banyak orang menganggap tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan hanyalah gulma yang tumbuh di pekarangan, sawah, atau tepi jalan.

Padahal, sejumlah penelitian dan pemanfaatan turun-temurun membuktikan tanaman-tanaman ini menyimpan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Beberapa tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan bahkan mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, hingga antioksidan alami yang berperan sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan imunomodulator.

Tak heran jika tanaman herbal ini sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional.

Berikut sembilan tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan yang sering diabaikan, tetapi memiliki potensi besar untuk menjaga daya tahan tubuh dan membantu mengatasi berbagai keluhan.

Anting-Anting, Si Pahit Penawar Gangguan Pernapasan

Tanaman anting-anting atau kucing-kucingan memiliki rasa pahit dan sifat sejuk. Seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan, baik dalam kondisi segar maupun kering.

Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid di dalamnya dikenal membantu meredakan batuk dan gangguan pernapasan.

Senyawa antiinflamasi dan ekspektoran pada tanaman ini berperan meluruhkan dahak serta mengurangi peradangan saluran napas.

Selain itu, anting-anting juga digunakan untuk membantu mengatasi infeksi saluran kemih dan mempercepat penyembuhan luka.

Suruhan, Si Kecil Penurun Tekanan Darah

Suruhan atau sirih Cina sering tumbuh liar di tanah lembap dan area persawahan. Tingginya sekitar 10–20 sentimeter dengan daun berbentuk hati.

Tanaman ini kaya flavonoid dan antioksidan yang membantu melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan sirkulasi.

Karena itu, suruhan kerap dimanfaatkan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Sifat antiinflamasi dan analgesiknya juga dipercaya mampu meredakan nyeri sendi dan rematik.

Jukut Pendul hingga Putri Malu

Jukut pendul atau rumput teki pendek banyak ditemukan di lahan lembap. Kandungan minyak atsiri, flavonoid, dan tanin membuatnya dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare dan perut kembung.

Sifat antibakterinya juga membantu mengatasi luka dan infeksi kulit.

Sementara itu, putri malu yang terkenal dengan daun sensitifnya mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan mimosin.

Tanaman ini dikenal memiliki efek analgesik, antioksidan, hingga sedatif ringan. Beberapa studi pendahuluan menunjukkan potensi anti-diabetik dan perlindungan fungsi hati.

Pegagan, Tingkatkan Fungsi Otak

Pegagan menjadi salah satu tanaman herbal populer. Kandungan triterpenoid dan asiatikosida di dalamnya berperan memperbaiki jaringan kulit dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak.

Manfaat pegagan antara lain membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta mempercepat penyembuhan luka.

Namun, konsumsi harus dibatasi terutama bagi penderita gangguan pembekuan darah.

Tapak Liman dan Semanggi

Tapak liman mengandung elefantopin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Tanaman ini kerap digunakan untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi dan gangguan hati.

Meski begitu, konsumsinya perlu dibatasi karena berpotensi menimbulkan efek samping bila berlebihan.

Semanggi yang sering tumbuh di area berair juga kaya flavonoid dan beta-karoten. Tanaman ini dipercaya membantu meningkatkan sistem imun dan meredakan nyeri sendi. Biasanya dikonsumsi sebagai lalapan atau air rebusan.

Baca Juga: Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan: Tingkatkan Imun, Jaga Jantung, hingga Cegah Batu Ginjal

Meniran dan Babadotan

Meniran dikenal luas sebagai herbal peningkat daya tahan tubuh. Kandungan flavonoid dan lignan di dalamnya memiliki efek hepatoprotektif, sehingga sering digunakan untuk membantu menjaga kesehatan hati.

Selain itu, meniran juga bersifat diuretik dan membantu mengatasi infeksi saluran kemih.

Sementara babadotan mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bersifat antioksidan serta antimikroba.

Tanaman ini dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah hipertensi.

Namun, babadotan mengandung senyawa pirolizidin yang dapat bersifat toksik jika dikonsumsi berlebihan.

Tetap Perlu Pengawasan

Meski termasuk tanaman herbal alami, penggunaan tanaman liar berkhasiat untuk kesehatan tetap harus dilakukan secara bijak.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli herbal sangat dianjurkan guna memastikan dosis dan keamanannya.

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan hayati luar biasa. Tanaman liar yang sering dianggap gulma ternyata menyimpan potensi besar untuk mendukung kesehatan secara alami.

Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai pemahaman dan tanggung jawab agar manfaatnya optimal dan risikonya minimal.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#tanaman herbal #obat tradisional #pegagan #meniran #tanaman liar berkhasiat