Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Trenggalek Terkendali dengan Angka TFR Mencapai 1,86

Fatra Aditya • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:41 WIB
dr. Bachtiar Arifin berikan penjelasan terkait program pendampingan keluarga berisiko stunting
dr. Bachtiar Arifin berikan penjelasan terkait program pendampingan keluarga berisiko stunting

KOTA, Radar Trenggalek – Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Trenggalek masih tergolong terkendali. Hal itu tecermin dari total fertility rate (TFR) yang berada di angka 1,86 anak per perempuan. Lebih rendah dibandingkan target nasional sebesar 2,1.

Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam program keluarga berencana (KB), terutama pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.  Partisipasi ini dinilai berkontribusi dalam menjaga laju pertumbuhan penduduk tetap stabil.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, dr Bakhtiar Arifin, menyampaikan bahwa prevalensi peserta KB aktif dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menunjukkan peningkatan.

Pada 2024, prevalensi KB aktif MKJP berada di angka 20,1 persen. Tahun berikutnya meningkat menjadi 20,91 persen.

Data juga menunjukkan bahwa pada 2024 terdapat 116.716 pasangan usia subur dengan 16.915 peserta MKJP. “Sementara pada 2025, jumlah pasangan usia subur tercatat 114.111 dengan 16.887 peserta MKJP,” katanya.

Berdasarkan komposisi penggunaan alat kontrasepsi sepanjang 2024–2025, metode suntik masih menjadi pilihan utama. Namun, persentasenya menurun dari 55,34 persen menjadi 53,83 persen.

Penggunaan pil KB relatif stabil dengan kenaikan tipis dari 16,90 persen menjadi 16,96 persen.

Metode implan mengalami peningkatan dari 9,75 persen menjadi 10,10 persen. Pemakaian kondom juga naik dari 7,72 persen menjadi 8,24 persen.

Sebaliknya, IUD (intrauterine device) mengalami penurunan dari 7,47 persen menjadi 6,87 persen, sedangkan metode operasi wanita bertahan di kisaran 3 persen.

Adapun metode operasi pria dan amenore laktasi tetap berada di bawah 1 persen. (tra/c1/din)

 
Editor : Adinda Putri Sefiana
#Total Fertility Rate #kabupaten trenggalek #keluarga berencana #dr Bakhtiar Arifin #trenggalek #Dinkesdalduk KB