TRENGGALEK NJENGGELEK - Tanaman liar yang bisa dikonsumsi ternyata banyak tumbuh di sekitar kita. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa gulma atau tanaman yang sering dianggap pengganggu justru memiliki manfaat sebagai bahan pangan hingga herbal berkhasiat.
Melalui sebuah kanal YouTube bertema berkebun, sejumlah tanaman liar yang bisa dikonsumsi diperkenalkan secara sederhana dan mudah dipahami. Tanaman-tanaman ini bahkan kerap tumbuh di pekarangan, kebun, hingga semak-semak tanpa perlu perawatan khusus.
Menariknya, selain mudah ditemukan, tanaman liar yang bisa dikonsumsi ini juga memiliki cita rasa unik dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari lalapan, tumisan, hingga campuran pecel.
Ajeran, Gulma dengan Aroma Khas
Salah satu tanaman liar yang bisa dikonsumsi adalah ajeran atau ketul (Bidens pilosa). Tanaman ini memiliki daun runcing dengan tepi bergerigi dan bunga kecil berwarna putih dengan bagian tengah kuning.
Daun muda ajeran bisa dimakan langsung sebagai lalapan atau diolah menjadi sayur. Rasanya disebut memiliki aroma khas yang mirip kenikir dengan tekstur sedikit berserat. Selain itu, bunganya juga dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal.
Tak hanya sebagai makanan, ajeran juga dikenal memiliki khasiat kesehatan dan bahkan digunakan dalam produk perawatan kulit.
Krokot Liar, Sayuran Asam yang Kaya Nutrisi
Tanaman lain yang tak kalah populer adalah krokot liar (Portulaca oleracea). Tanaman ini mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pinggir jalan hingga sela-sela batu.
Krokot memiliki daun kecil berbentuk oval dan bunga kuning mungil. Rasanya cenderung asam dengan tekstur lembut dan sedikit berlendir. Meski tidak semua orang menyukai teksturnya, krokot sering diolah menjadi pecel atau sayuran di berbagai daerah.
Kemampuan tumbuhnya yang cepat, terutama saat musim hujan, membuat tanaman ini sangat mudah dibudidayakan secara alami.
Daun Som dan Sirih Bumi, Alternatif Sayuran Unik
Selain itu, ada daun som atau yang dikenal sebagai ginseng Jawa. Tanaman ini memiliki rasa netral, namun teksturnya lembut dan sedikit berlendir. Meski tidak populer di semua kalangan, daun som tetap bisa dikonsumsi sebagai sayuran.
Kemudian ada sirih bumi (Peperomia pellucida), tanaman yang tumbuh subur di tempat lembap. Sirih bumi memiliki rasa khas, sedikit pedas dengan sentuhan rasa tanah dan sirih.
Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti pecel, urap, atau tumisan. Selain itu, sirih bumi juga dikenal memiliki manfaat kesehatan, salah satunya untuk membantu mengatasi diabetes.
Pegagan, dari Lalapan hingga Skincare
Pegagan menjadi salah satu tanaman liar yang cukup dikenal luas. Terdapat berbagai jenis pegagan, seperti pegagan air, pegagan merambat, hingga pegagan tanah (Centella asiatica).
Pegagan sering dimanfaatkan sebagai lalapan karena memiliki rasa segar dengan sedikit aroma khas. Beberapa jenis pegagan juga digunakan dalam olahan makanan seperti asinan.
Menariknya, pegagan tanah atau Centella asiatica juga dikenal luas dalam dunia kecantikan. Kandungan dalam tanaman ini sering digunakan dalam produk skincare, terutama yang mengandung “cica”, karena dipercaya baik untuk kesehatan kulit.
Pentingnya Memilih Lokasi Panen yang Bersih
Meski tanaman liar yang bisa dikonsumsi ini mudah ditemukan, penting untuk memperhatikan lokasi pengambilannya. Hindari memanen tanaman dari area yang berpotensi tercemar, seperti pinggir jalan, dekat selokan, atau tempat sampah.
Sebagai alternatif yang lebih aman, tanaman-tanaman tersebut bisa dibudidayakan sendiri di rumah menggunakan biji atau bagian tanaman yang sudah ada.
Fenomena ini menunjukkan bahwa alam sebenarnya menyediakan banyak sumber pangan yang melimpah. Namun, keterbatasan pengetahuan membuat banyak orang belum memanfaatkannya secara optimal.
Dengan mengenali berbagai jenis tanaman liar yang bisa dikonsumsi, masyarakat tidak hanya bisa mendapatkan alternatif bahan pangan sehat, tetapi juga lebih menghargai kekayaan alam di sekitar.
Editor : Fadhilah Salsa Bella