TRENGGALEK NJENGGELEK - Tanaman liar bisa dimakan ternyata tidak hanya sekadar mitos. Di berbagai kebun dan pekarangan, banyak jenis tanaman yang sering dianggap gulma justru dapat diolah menjadi makanan lezat dan bergizi, salah satunya krokot hingga daun kelor yang diolah menjadi pecel.
Fenomena tanaman liar bisa dimakan ini kembali menarik perhatian setelah sebuah konten video memperlihatkan aktivitas panen sederhana di kebun. Dalam video tersebut, berbagai tanaman seperti kangkung, bayam merah, daun singkong, hingga tanaman liar tumbuh subur berdampingan tanpa perawatan khusus.
Menariknya, selain tanaman budidaya, terdapat juga tanaman liar bisa dimakan yang biasanya justru dibuang. Padahal, jika diolah dengan benar, tanaman tersebut memiliki rasa yang tak kalah enak serta manfaat kesehatan yang melimpah.
Panen di Kebun, Temukan Tanaman Liar yang Terabaikan
Kegiatan panen dilakukan di kebun milik warga yang ditanami berbagai jenis sayuran. Terlihat kangkung dan bayam merah masih dalam tahap pertumbuhan awal, sementara pohon singkong baru berusia sekitar enam bulan.
Daun singkong yang masih muda pun dimanfaatkan sebagai lalapan. Biasanya, daun ini tidak digunakan karena fokus utama panen adalah umbinya. Namun, bagian daun ternyata tetap bisa dikonsumsi dan memiliki cita rasa khas.
Di sela-sela kebun, ditemukan pula tanaman liar yang tumbuh subur tanpa sengaja ditanam. Salah satunya adalah tanaman yang disebut warga sebagai “kewer-kewer” yang disebut-sebut memiliki rasa mirip kangkung.
Krokot dan Daun Kelor Jadi Bintang Utama
Selain tanaman tersebut, krokot menjadi salah satu tanaman liar yang paling banyak ditemukan. Tanaman ini tumbuh liar di tanah subur dan sering dianggap gulma, padahal memiliki banyak manfaat kesehatan.
Krokot diketahui baik untuk kesehatan jantung, tulang, serta memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Bahkan, tanaman ini disebut memiliki potensi sebagai anti kanker.
Dalam praktiknya, krokot dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti pecel, urap, lalapan, hingga campuran sayur bening. Rasanya yang sedikit asam justru memberikan sensasi segar saat dikonsumsi.
Selain krokot, daun kelor juga turut dipanen. Tanaman ini dikenal luas memiliki kandungan nutrisi tinggi dan sering direkomendasikan sebagai superfood alami.
Diolah Jadi Pecel, Rasanya Tak Terduga
Setelah dipanen, tanaman liar tersebut dibersihkan dan direbus sebelum diolah. Krokot dan daun kelor kemudian disajikan bersama sambal pecel yang telah disiapkan sebelumnya.
Hasilnya cukup mengejutkan. Tanaman liar yang sebelumnya diragukan justru memiliki rasa yang enak dan tidak pahit. Bahkan, teksturnya disebut mirip dengan kangkung, sehingga mudah diterima di lidah.
Sensasi segar dari krokot berpadu dengan gurihnya bumbu pecel membuat hidangan ini terasa nikmat. Hal ini membuktikan bahwa tanaman liar bisa dimakan tidak kalah lezat dibanding sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
Jangan Lagi Anggap Gulma Tak Berguna
Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa banyak tanaman liar di sekitar kita sebenarnya memiliki potensi besar sebagai sumber pangan. Selama ini, tanaman seperti krokot sering dicabut dan dibuang karena dianggap mengganggu.
Padahal, dengan pengetahuan yang tepat, tanaman tersebut bisa dimanfaatkan menjadi makanan sehat dan bergizi. Selain hemat biaya, pemanfaatan tanaman liar juga dapat menjadi alternatif pangan alami.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih mengenali jenis-jenis tanaman liar di lingkungan sekitar. Namun, tetap perlu diperhatikan kebersihan lokasi tumbuh tanaman sebelum dikonsumsi agar terhindar dari kontaminasi.
Dengan semakin banyaknya informasi mengenai tanaman liar bisa dimakan, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam sekitar dapat terus meningkat.
Editor : Fadhilah Salsa Bella